Sail Selat Karimata 2016
Ditutupnya Pantai Pulau Datuk, Para Pedagang Alami Kerugian
Beberapa makanan yang sudah disiapkannya terpaksa tidak dapat di jual, karena kawasan Pantai Pulau Datuk tidak dapat dimasuki para pengunjung.
Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhammad Fauzi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Pedagang akui merugi akibat ditutupnya Pantai Pulau Datuk oleh Pemerintah Daerah. Penutupan Pantai Pulau Datuk ini di mulai pada tanggal 12 September 2016, dengan alasan kawasan Pantai Pulau Datuk saat ini dalam tahap pembangunan untuk persiapan acara puncak Sail Selat Karimata. Satu di antara pedagang Pantai Pulau Datuk Lusiana mengaku obset pendapatannya tahun ini turun drastis akibat kawasan wisata Pantai Pulau Datuk di tutup.
“Pada tahun-tahun kemarin, kalau hari raya Idul Fitri, Idul Adha 1 Minggu bisa dapat 10 juta tapi tahun ini seribu rupiah pun belum dapat. Kami tidak minta uang dengan pemerintah, minta pekerjaan saja,” terang Lusiana, Kamis (15/9/2016).
Menurutnya, beberapa makanan yang sudah disiapkannya terpaksa tidak dapat di jual, karena kawasan Pantai Pulau Datuk tidak dapat dimasuki para pengunjung.
Dirinya selaku pedagang mengaku siap mengsukseskan Sail Selat Karimata, namun dirinya berharap pemerintah daerah dapat membantu menyediakan fasilitas bagi warga untuk berjual.
“Kami jualan beginikan untuk mengsukseskan Sail Karimata. Dagangan sudah disiapkan, sate sudah siap, sosis sudah di goreng tapi mana ada yang beli, tidak ada orangnya. Kalau pemerintah ingin menertibkan pedagang kami siap, tapi berikanlah kami tempat yang terbaik,” harap Lusiana.