Mengapa Telur Ceplok Bisa Disebut Telur Mata Sapi? Begini Penjelasannya

Telur bisa disajikan menjadi beragam menu, mulai dari telur dadar, telur ceplok, telur rebus, orak-arik, dan lain sebagainya.

Editor: Mirna Tribun
delectabelle.com
Ilustrasi telur mata sapi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Di Indonesia, salah satu menu favorit sarapan adalah hidangan telur.

Telur bisa disajikan menjadi beragam menu, mulai dari telur dadar, telur ceplok, telur rebus, orak-arik, dan lain sebagainya.

Nah, bicara mengenai telur ceplok atau biasa disebut sebagai telur mata sapi.

Hidangan ini termasuk yang paling praktis di antara olahan lainnya.

Lalu pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa telor ceplok bisa disebut sebagai telur mata sapi?

Jika Anda berpikiran jika sebutan mata sapi mengambil dari indera penglihatan hewan sapi, ternyata anggapan tersebut tidak seratus persen benar.

Dikutip dari laman Wikipedia, (5/9/2016), telur mata sapi (dari bahasa Perancis Œil de Bœuf) adalah hidangan dari telur (biasanya ayam) yang digoreng dengan minyak goreng panas tanpa diaduk terlebih dahulu.

Di Indonesia dikenal juga sebagai telur ceplok.

Sementara itu di negara-negara lain, sebutannya juga beragam.

Penduduk Maryland dan orang Pennsylvania Dutch menyebutnya sebagai dippy eggs atau dip eggs, sedangkan orang barat daya Pennsylvania menyebutnya sebagai treasure eggs.

Umumnya, telur ceplok disebut sebagai telur mata sapi merujuk pada istilah Bull's Eye.

Dirangkum TribunSolo.com dari berbagai referensi, telur mata sapi dahulu sering disebut Bull's Eye.

Istilah Bull's Eye diambil dari Œil de Bœuf dalam bahasa Perancis.

Bull's Eye sendiri merupakan istilah dalam permainan panah atau dart.

Apabila panah pemain tepat mengenai sasaran di tengah, maka biasa disebut sebagai Bull's Eye.

Jadi sebenarnya telur mata sapi ini lebih tepat jika dibilang mirip Bull's Eye.

Namun dalam perkembangannya, masyarakat malah mengartikan Bull's Eye sebagai mata sapi.

Itulah mengapa telor ceplok disebut sebagai mata sapi.

Tentu saja ada banyak versi dan sejarah penamaan yang beragam antara satu masyarakat dengan masyarakat lain. (TribunSolo.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved