Berita Video
[VIDEO] Putu Dupa Bandem: Jangan Terprovokasi Isu Menyesatkan
Hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pasca teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jl Dr Mansur Medan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalbar, tokoh agama di Kalbar menyatakan sikap prihatin dan mengutuk keras kejadian tersebut.
Tokoh Agama Hindu Kalbar, Putu Dupa Bandem menuturkan atas kejadian teror bom di gereja pihaknya sangat prihatin dan menyayangkan itu terjadi.
Karena gereja tempat suci. Sedangkan romo adalah orang yang dimuliakan umatnya.
"Makanya atas kejadian itu, sangat disayangkan dan prihatin. Kami tidak bisa toleransi tindakan-tindakan bersifat kekerasan. Karena dalam ajaran Hindu itu, ada Insakarma yaitu menyakiti, dan lebih parah adalah sampai tingkat membunuh. Nah itu tindakan telarang menurut hukum Hindu merupakan dosa besar," jelasnya.
Putu Dupa pun mengajak masyarakat mencitrakan Kalbar agar tetap aman dan damai.
BACA JUGA: Pdt Daniel Alpius: Ampunilah Mereka
Karena dari dulu hal yang terjadi di Kalbar, bukan bernuasa agama. Itu perlu digaris bawahi.
"Saya baru 41 tahun di Kalbar ini, jadi mengalami betul bagaimana Kalbar. Bagaimana kehidupan toleransi antarumat beragama sangat tinggi. Karena kami rasakan itu," katanya.
Diharapkan, sama-sama mempunyai rasa toleransi dan saling menghargai satu sama lain.
Karena masing-masing agama memiliki acara yang mulai.
Hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan.
"Inilah yang kami implementasikan, sehingga tidak ada persoalan perbedaan di antara kita. Karena Bhineka Tunggal Ika harga mati, dan NKRI juga harga mati. Pancasila adalah ideologi dan undang-undang dasar menjamin kerukunan umat beragama," tuturnya.
Putu mengimbau, kepada seluruh masyarakat dan tokoh agama di Kalbar jangan terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan.
"Marilah kita sama-sama menjaga keamanan dan kedamaian selama ini, yang telah tercipta di Kalbar," ungkapnya.
Tokoh Agama Khonghucu, Suryanto menyatakan kejadian yang ada di Medan itu menunjukan masih ada segelintir pelaku teror di Indonesia. Oleh karena itu tokoh agama menyatakan sikap prihatin dan mengutuk keras. "Jadi kejadian itu kita serahkan saja proses hukum ke aparat kepolisian," ucapnya.
Bagi umat Khonghucu, kami mengimbau selalu waspada terhadap hal-hal yang mencurigakan. Kalau melihat itu harus melaporkan langsung kepada pihak yang berwenang.