Sail Selat Karimata 2016

Tim Tari GSP Tinjau Pelataran Tarian Kolosal

Selain itu, ia berharap kepada penari lokal yang terlibat dalam tarian dapat menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MUHAMMAD FAUZI
Tim Tari Guruh Soekarno Putra meninjau lokasi pelataran panggung tarian kolosal di Kayong Utara, Senin (25/7/2016). Pelataran ini akan digunakan menampilkan tarian kolosal pada puncak Sail Selat Karimata 15 Oktober mendatang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Tim Tari Guruh Soekarno Putra (GSP) meninjau lokasi pelataran panggung yang akan digunakan menampilkan tarian kolosal pada acara puncak Sail Selat Karimata di kawasan Pantai Pulau Datuk.

Dalam kunjungan diakui Asisten Sutradara Guruh Soekarno Putra, Alexander Hassim. Pelataran yang saat ini dikerjakan cukup untuk menampung 450 penari kolosal, namun dirinya sedikit mengkritisi bentuk pagar di sekeliling pelataran.

"Berdasarkan pengalaman Sail sebelumnya, bangunan pelataran tidak terdapat pagar. Sehingga, secara tidak langsung tampak terlihat saat menari antara air dan panggung menyatu. Mungkin itu akan tampak menarik," terang Alexander Hassim, Senin (25/7/2016).

Selain itu, ia berharap kepada penari lokal yang terlibat dalam tarian dapat menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

Ia juga meminta penari memberikan penampilan terbaik saat acara puncak nantinya, karena tarian tersebut akan dilihat langsung oleh Presiden RI dan perwakilan dari negara lainnya.

"Ini bagian dari pelatihan baru, pengetahuan baru. Tentunya bagimana untuk dapat mempersiapkan pertunjukan sekelas internasional ini," jelasnya.

Untuk tarian sendiri, di dirinya mengatakan akan mengklaborasikan tiga tarian, yang diangkat dari sisi sejarah.

Untuk pelatih di bawah binaan GSP akan mengkolaborasikan tiga bagian tarian yang diangkat dari sisi sejarah.

Selain tarian, pakaian juga menjadi hal penting, yang nantinya para penari kolosal akan memakai pakaian sesuai keadaan masa lalu.

"Busana yang akan kita gunakan menyesuaikan dengan zamannya, misal kalau pada tarian pra melayu, masuknya melayu akan mengenakan busana yang telah ditetapkan," katanya.

Selain itu, untuk tarian tersebut juga akan ditampilkan pada saat masuknya tarian kemerdekaan turut melibatkan tarian lainnya seperti tarian Jawa, Melayu, Dayak, dan Tionghoa.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved