Optimistis Sultan Hamid II Pahlawan Nasional

Turiman menambahkan, Sultan Hamid II juga sangat menghargai perjuangan lintas etnis, yang dibuktikan dengan tugu di Mandor, dan di Bundaran Kantor Pos

Optimistis Sultan Hamid II Pahlawan Nasional
TRIBUN FILE/IST
Buku sejarah Sultan Hamid II 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penulis buku sejarah Sultan Hamid II, Turiman Faturrahman yakin Sultan Hamid II, akan dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh presiden.

Pasalnya riset mengenai profil pahlawan kebanggaan Kalbar itu sudah selesai digarap. "Kami tadi dari beberapa pihak yang terlibat dan Dinas Sosial Kalbar sudah bertemu pihak Kementerian Sosial, menyerahkan rekomendasi dan surat pengantar gubernur Kalbar untuk Menteri Sosial RI, usulan pahlawan nasional atas nama Sultan Hamid II," kata Turiman, Senin (25/7/2016).

Saat dihubungi, Turiman dan tim masih berada di Jakarta. Kata dia penyerahan surat rekomendasi tersebut telah diterima pada pukul 10.00 WIB.

BACA JUGA: Sultan Hamid II, Perancang Garuda Pancasila yang Dilupakan

Selain surat pengantar pihaknya juga menyerahkan 6 buku penelitian ilmiah, sesuai ketentuan yang tercantum dalam undang-undang nomor 20 tahun 2009.

"Peran Sultan Hamid II dalam perjuangan bangsa Indonesia ini sangat besar, bahkan bukan saja ditingkat nasional namun sudah ditingkat internasional. Beliau juga yang mempersatukan lintas etnis di Kalbar," jelasnya.

Turiman menambahkan, Sultan Hamid II juga sangat menghargai perjuangan lintas etnis, yang dibuktikan dengan tugu di Mandor, dan di Bundaran Kantor Pos.

BACA JUGA: Asal Usul Nama Pontianak Menurut Sekjen Yayasan Sultan Hamid II

Kata dia bukti sejarah masih ada, sehingga sudah sepatutnya Sultan Hamid mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional.

"Ini sudah yang ketiga kali kita usulkan, sejak mulai Presiden Megawati, kemudian SBY dan sekarang Presiden Joko Widodo, dulu belum bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional karena risetnya belum lengkap. Sekarang semuanya sudah terang benderang," kata Turiman Faturrahman.

Penulis: Ali Anshori
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved