Ini Fakta-fakta Tentang Anggota TNI yang Dituduh 'Kencing' BBM Pertamina

Mirkas Riyadi Manager Operasional SPBU Nusapati memantau pengiriman BBM melalui aplikasi GPS yang didapatnya dari PT Elnusa Petrofin.

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALI ANSHORI
Truk tangki BBM di depo Pertamina Siantan, Pontianak, pada Senin (18/7/2016). Sekitar 30 sopir truk BBM Pertamina melakukan aksi mogok. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dukungan TNI AD dan Polri terhadap pendistribusian BBM ke SPBU akibat dampak dari aksi mogok sopir tangki PT Elnusa Petrofin menimbulkan masalah baru.

Akibat sistem aplikasi GPS milik PT Elnusa Petrofin yang diduga mengalami gangguan, dua prajurit TNI AD jajaran Kodim 1207/BS Kota Pontianak yang melakukan pendistribusian BBM 8.000 liter premium ke SPBU Nusapati justru diduga melakukan penyelewengan.

Dugaan ini bermula ketika Praka Zulkifli Anggota Koramil Ambawang dan Serda Juwahir Koramil Teluk Pakedai mendapat tugas untuk mendistribusikan 8.000 liter premium ke SPBU Nusapati, Kecamatan Sui Pinyuh, Kabupaten Mempawah menggunakan mobil tangki KB 9542 AG, Selasa (19/7/2016) sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan Tugu Khatulistiwa.

Mirkas Riyadi Manager Operasional SPBU Nusapati memantau pengiriman BBM melalui aplikasi GPS yang didapatnya dari PT Elnusa Petrofin.

Saat memantau GPS melalui smartphone-nya ia melihat ada tanda merah yang muncul yakni bertanda kendaraan tersebut berhenti di sekitar kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianak Utara.

BACA: Seorang Anggota TNI Berang Dituduh 'Kencing' BBM Pertamina

Lalu kemudian Mirkas Riyadi menghubungi pihak Depot Terminal BBM Pontianak, namun karena berhalangan lantaran sibuk banyaknya tugas, akhirnya Mirkas menghubungi Tan Jung Sin satu di antara sopir tangki dari PT Elnusa Petrofin yang berdomisili di sekitar kawasan Tugu Khatulistiwa, untuk mengecek keberadaan mobil tangki di sekitar Tugu tersebut.

Saat di konfirmasi, Mirkas Riyadi mengatakan, pada saat jadwal pengiriman BBM tersebut ke SPBU yang dikelolanya, ia melihat mobil tangki berhenti di kawasan Tugu Khatulistiwa melalui aplikasi GPS di handphone nya.

"Saya telepon Ajun, karena biasanya dia yang bawa mobil itu, tapi dia hari ini tidak bekerja. Saya tidak tahu harus menghubungi siapa, saat itu mobil yang bawa anggota TNI," kata Mirkas ditemui di Mapolresta.

Mirkas menambahkan, kemungkinan ada kesalahan dalam aplikasi tersebut, karena mobil ternyata memang sedang dalam perjalanan membawa pasokan BBM ke SPBU. Setelah dicek, isi bahan bakar tidak berkurang dan normal seperti biasanya.

BACA: Dua Anggotanya Dituduh Menyelewengkan BBM, Ini Tanggapan Dandim Pontianak

"Saya memang tidak melihat mobil itu berhenti, tapi di GPS terlihat berhenti. Mungkin aplikasi yang diberikan PT Elnusa untuk memonitor pengiriman error," katanya.

Sopir PT Elnusa Petrofin, Ajun mengatakan, setelah dihubungi, ia kemudian menanyakan kepada salah satu perwira Kodim yang mengurus anggota tersebut. Lantaran merasa kenal dan tinggal bertetangga, Ajun pun bertanya sambil bercanda.

"Saya telepon dia, saya bilang, saya dapat kabar kalau mobil yang dibawa anggota TNI berhenti di kawasan Tugu. Sambil bergurau, karena saya kenal dan bertetangga dengan dia, saya bilang, mungkin mereka 'kencing' di jalan," kata Ajun.

Namun, kata Ajun, ternyata candaan tersebut ditanggapi dengan serius hingga berbuntut dengan laporan ke polisi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved