Sejumlah Warga Muslim Korban Teror Truk Maut Prancis

Namun hingga kini, informasi yang diberikan Maryam ini belum terkonfirmasi oleh otoritas setempat.

Editor: Marlen Sitinjak
AFP/BORIS HORVAT
Warga meletakkan karangan bunga sebagai ungkapan duka cita atas tragedi bom di Nice, Prancis, Jumat (15/7//2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PARIS - Sejumlah warga muslim diduga turut menjadi korban dalam teror truk maut Prancis yang hingga kini telah menewaskan 84 orang dan melukai ratusan lainnya.

Wali Kota Nice, Christian Estrosi menyerukan para imam, pendeta, dan rabi untuk membantu memulihkan situasi pascaserangan di Promenade des Anglais, Nice.

Seperti dilansir Independent yang mengutip pernyataan seorang wartawan Iran, Maryam Violet kepada The Guardian, Jumat (15/7/2016), terdapat sejumlah orang berbahasa Arab di lokasi kejadian.

Bom <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/bastille-day' title='Bastille Day'>Bastille Day</a>

"Ada begitu banyak orang muslim yang menjadi korban karena saya bisa melihat mereka memakai penutup kepala dan beberapa bicara dalam bahasa Arab. Sebuah keluarga kehilangan ibu mereka," ujar Jurnalis Iran, Maryam Violet .

Bom <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/bastille-day' title='Bastille Day'>Bastille Day</a>

"Orang-orang berteriak, "Ini adalah serangan teroris, ini adalah serangan teroris," jelas bahwa pengemudi truk melakukannya dengan sengaja," tambah Maryam.

Namun hingga kini, informasi yang diberikan Maryam ini belum terkonfirmasi oleh otoritas setempat.

Dewan Muslim Prancis menanggapi teror ini dengan mengatakan mengutuknya sebagai 'serangan bar-bar'.

"Prancis telah dihantam kembali oleh serangan teroris yang paling parah. Teroris telah membidik negara kita pada hari libur nasional, di mana kita merayakan kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan," sebut pernyataan Dewan Muslim Prancis.

Bom <a href='https://pontianak.tribunnews.com/tag/bastille-day' title='Bastille Day'>Bastille Day</a>

Wali Kota Estrosi juga menyerukan relawan dari seluruh komunitas agama di Prancis untuk membantu negara itu bangkit dari tragedi.

"Kami akan bekerjasama dengan para imam, pendeta, dan rabi yang akan bergabung dengan kami untuk membantu para korban dan keluarga yang menderita dan mungkin lukanya tidak akan pernah sembuh," ujar Estrosi.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah memberi harapan bahwa solidaritas masih ada di dunia yang terlalu egois dan individualis ini," imbuhnya.

Hingga saat ini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas teror truk maut Prancis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved