Sail Selat Karimata 2016
Sail Selat Karimata 2016 Libatkan Pelatih Tari dari Bandung
Hildi menjelaskan, pelatih tari dari Bandung ini ditunjuk langsung oleh pihak kementerian.
Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Bupati Kayong Utara Hildi Hamid tampak serius dalam menangani tarian pembuka dan tarian kolosal yang akan disajikan diacara puncak Sail Selat Karimata.
Hal tersebut dapat dilihat ketika Bupati memantau aktivitas para pelatih yang didatangkan dari Bandung, ketika member materi pelatihan kepada pelatih tari lokal Kayong Utara di Gedung Balai Praja, Kamis (14/7/2016).
Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejadian tarian di acara Sail Tomini, yang dikritisi Presiden langsung.
“Dari tarian pembuka dan tarian kolosal ini memang menjadi perhatian pusat, karena pada waktu Sail Tomini kemarin, ada Presiden mengkritisi tarian tersebut, dari segi properti, pakaian, dan lain sebagainya, ini benar-benar mencerminkan profesionalisme,” katanya.
Hildi mengaku pernah bertanya kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan apa penyebabnya Presiden mengkritisi tarian di Tomini. Ternyata yang dikritisi itu pakaian yang sepertinya asal-asalan, properti seperti bakul juga ada yang terkelupas, tidak diseleksi.
Hildi menjelaskan, pelatih tari dari Bandung ini ditunjuk langsung oleh pihak kementerian. Sementara pelatih lokal nantinya akan merekrut pelajar-pelajar yang ada di kabupaten Kayong Utara untuk menjadi penari pada Sail Selat Karimata 2016.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga sudah menunjuk koreografer tarian pembuka dari rumah kesenian di Bandung, tarian kolosalnya dari Guruh Soerkarno Putra yang akan datang untuk melatih.
“Koreografer ini nantinya melatih para pelatih (Kayong Utara). Nantinya pelatih lokal kita ini mentranformasikannya ke anak-anak,” ujarnya.
Pelatih dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Alfianto mengatakan, pelatihan yang ia berikan kepada pelatih di Kayong Utara, adalah untuk opening Sail Selat Karimata.
Durasi tarian hanya hitungan 5 sampai 6 menit saja, dengan menggabungkan tarian yang ada di Kalimantan Barat.
“Adapun bahan baku, akar dari gerak-gerak tari ini, berakar dari tarian tradisional Kalimantan Barat, khususnya Kayong Utara,” jelas Alfianto di sela-sela melatih para pelatih dari Kabupaten Kayong Utara.
Di pelatihan perdana ini, pihaknya hanya melatih selama 4 hari, yang setiap harinya akan menghabiskan waktu sekitar 5 jam.