Sail Selat Karimata 2016
Polda Tinjau Lokasi Sail Selat Karimata 2016
Hari ini kita meninjau pra awal persiapan pengamanan acara kegiatan Sail Selat Karimata.
Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Wakil Biro Operasional (Karo Ops) Polda Kalbar AKBP Hujra Soumena meninjau titik-titik lokasi acara puncak Sail Selat Karimata 2016 di Kayong Utara, yang rencananya dilaksanakan Oktober mendatang.
Dalam kunjungan ini, ia ditemani langsung Bupati Kayong Utara Hildi Hamid guna memaparkan beberapa rangkaian kegiatan, dan lokasi-lokasi yang dijadwalkan menjadi kunjungan Presiden nantinya.
Dalam kunjungan ini, ada beberapa titik yang menjadi perhatiannya, di antaranya Pantai Pulau Datuk, Pelabuhan Cik Kadir, Masjid Agung yang saat ini dalam proses pembangunan, Barak Polsek Sukadana, dan lain sebagainya
“Hari ini kita meninjau pra awal persiapan pengamanan acara kegiatan Sail Selat Karimata. Tadi ada beberapa titik yang menjadi kunjungan bapak presiden, dan hari ini kita terjun langsung dalam rangka persiapan pengamanan,” kata Hujra saat ditemui di sela-sela meninjau Barak Polsek Sukadana, Rabu (13/7/2016).
Dengan maraknya teror bom bunuh diri di mancanegara maupun dalam negeri beberapa waktu lalu, Hujra mengatakan hal tersebut juga menjadi perhatian serius pihak kepolisian.
“Termasuk teroris inipun dalam pelaksanaannya kita juga buckup unit Jibom dari Bribom untuk sterilisasi sebelum acara puncak Sail Selat Karimata dilaksanakan,” jelasnya.
Dia belum dapat memastikan jumlah personel pastiny dalam pengamanan acara Sail Selat Karimata nantinya. Namun beberapa kendaraan taktis akan disiagakan di beberapa titik rawan.
Sementara itu Bupati Hildi Hamid mengatakan, beberapa yacht dari berbagai negara memang sedang berkumpul di Australia, untuk mengetahui rangkaian kegiatan dan prosedur apa saja yang perlu mereka persiapkan ketika memasuki perairan Indonesia hingga sampai ke Kayong Utara.
Informasi itu didapat setelah menghadiri undangan dari asosiasi yachter di Australia.
“Mereka sengaja mengundang kita, meminta kegiatan apa yang akan kita lakukan, dan prosedur-prosedur apa saja agar mereka dapat masuk ke Indonesia, itu penjelasannya,” katanya.
Pada prinsipnya mereka bersedia untuk hadir di Kayong Utara ini, diperkirakan mereka ke Kayong Utara ini, 11 atau 12 Oktober, sebelum acara puncak sampai acara puncak.
Adapun jumlah yacht yang akan melakukan perjalanan ke Indonesia berjumlah 39 dari 14 negara. Nantinya kapal-kapal layar ini akan berlabuh di perairan Kayong Utara.
“Mereka rencananya tanggal 26 Juli ini sudah mulai mau keluar dari Australia menuju Indonesia, itu ada 39 kapal yang terdiri dari 14 negara, yang saat ini berkumpul di Australia,” katanya.