Opini
Penguatan Peran Keluarga Dalam Pendidikan Anak
Anak merupakan peniru ulung yang semasa kanak-kanaknya sangat penting dalam masa pertumbuhan
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
Oleh: Andi Hijratul Aswad
Anak adalah sebuah anugrah sang pencipta yang diberikan kepada kita sebagai umat manusia yang sempurna dengan kelebihan yang dimiliki, sehingga anak yang kita miliki adalah hal yang terpenting bagi seseorang sehingga apapun akan dilakukan oleh orang tua untuk anaknya.
Anak merupakan peniru ulung yang semasa kanak-kanaknya sangat penting dalam masa pertumbuhan, sehingga banyak sekali factor yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan si anak salah satunya adalah lingkungan yang berada padanya.
Lingkungan yang berpengaruh pada pertumbuhan si anak akan membentuk karakter mereka nantinya, lingkungan yang seperti apa yang membentuk karakter yang baik dan seperti yang kita inginkan?
Apakah dilingkungan sekolah atau dilingkungan keluarga? Seperti yang kita ketahui bahwa dilingkungan keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter pada anak sehingga anak akan tumbuh dengan baik dan memiliki attitude yang baik terhadap keluarga maupun terhadap orang lain, lebih dari 60 persen anak meniru apapun yang diberikan oleh orang tua sehingga anak akan mencontoh prilaku yang baik/buruknya suatu prilaku tergantung orang tua.
Kenapa orang tua sebagai roll model dalam hal ini ?Alasannya adalah anak tumbuh dan orang adalah sosok pertama yang dikenal, sehingga prilaku anak akan secara otomatis mencontoh prilaku yang akan diberikan oleh orang tua.
Lingkungan keluarga sangatlah penting dan menjadi suatu tugas bagi orang tua untuk berfikir bagaimana cara mendidik serta menjadi panutan bagi si anak, seperti yang kita ketahui bahwa banyak sekali variasi-variasi yang diterapkan dalam keluarga bertujuan untuk mendidik anak dengan aturan-aturan yang dibuat, tetapi kita harus tau bahwa pendidikan yang diberikan pada anak jangan sampai terjadi tindak kekerasan dalam pembentukan karakter atau dalam proses pendidikan karakter pada anak.
Prilaku yang seharusnya diberikan oleh orang tua kepada anak yaitu memberikan reward ketika anak melakukan prilaku yang positif sehingga anak akan merasa bahwa hal yang dilakukannya adalah benar dan ketika anak melakukan hal negative yang tidak seharusnya dilakukan maka orang tua, sebaiknya memberikan hukuman yang sewajarnya dengan alasan agar anak jera dan tak akan mengulangi prilaku seperti itu lagi dengan melihat batasan normal dalam memberikan hukuman pada anak.
Namun jangan memperlakukan anak dengan cara memberikan hadiah untuk prilaku tertentu karena akan membuat anak menjadi termotivasi untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Sehingga apabila terjadi suatu kondisi dimana tidak adanya hadiah yang menjadi alasannya untuk melakukan hal positif maka si anak akan secara otomatis menolak dan mungkin akan sebaliknya bersikap acuh tak acuh.
Orang tua perlu memahami bagaimana tahapan dalam mendidik anak sesuai dengan usianya. Sehingga anak akan tumbuh dengan baik seperti yang kita inginkan, Berikut ini adalah tahapan cara mendidik anak ala Rasulullah yang insyallah dapat mencerdaskan anak-anak kita, baik secara intelektual maupun emosional.
1.Mendidik anak diusia 0 - 6 tahun
Anak usia 0-6 tahuan merupakan usia emas dimana anak mengalami masa tumbuh kembang yang sangat cepat, sehingga para orang tua akan tidak menyadari bahwa betapa cepatnya pertumbuhan pada usia 0-6 tahun. Anak juga akan aktif dalam meniru dan bermain sehingga akan membuat anak lebih cerdas.
Pada Rasulullah mendidik anak adalah teladan yang perlu kita tiru sehingga kita lebih mengerti cara mendidik anak dengan baik. Rasululluah menganjurkan kepada kita senantiasa berlemah lembut kepada anak, memanjakan, memberikan kasih saying, merawat dengan baik dan membangun kedekatan dengan anak merupakan pola mendidik yang baik.
Ada beberapa hal yang perlu dihindari dan tidak termasuk dalam cara mendidik anak yang dicontohkan oleh Rasulullah adalah jangan marah-marah kepada anak, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak, dan jangan berkata yang tidak sewajarnya pada anak atau memberikan panggilan-panggilan yang tidak sewajarnya pada anak.
2.Mendidik anak diusia 7 - 14 tahun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ibu-dan-anak_20160613_134807.jpg)