Balon Wali Kota Khawatir Pemangkasan Biaya Berdampak Golput
Ia menilai Pemkot Singkawang juga seharusnya mendukung seluruh perencanaan dan penganggaran yang dibuat KPU Kota Singkawang.
Penulis: Novi Saputra | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Bakal Calon (Balon) Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengaku khawatir pemangkasan biaya dari perkiraan KPU Kota Singkawang atas jumlah yang terealisasi dari Pemkot akan berdampak pada pelaksanaan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Singkawang mendatang.
Ia menilai rencana rasionalisasi anggaran pada tahapan sosialisasi dan bimbingan teknis yang akan dilakukan KPU Kota Singkawang dalam Pilkada nanti akan berdampak pada pelaksanaan.
"Sosialisasi itu kan salah satu upaya agar masyarakat tidak melakukan Golput. Jika ini dipangkas, bisa saja angka Golput akan tinggi. Jadi pihak KPU harus bisa memperjuangkan anggarannya. Sesuatu yang benar harusnya bisa terus diperjuangkan," katanya, Kamis (5/5/2016).
Ia menilai Pemkot Singkawang juga seharusnya mendukung seluruh perencanaan dan penganggaran yang dibuat KPU Kota Singkawang.
"Pemkot juga seharusnya bisa mengetahui dengan jumlah penduduk dan luasan wilayah berapa yang diperlukan. Seharusnya apa yang diperlukan KPU didukung, jika dana tidak mencukupi yang dikhawatirkan kan pelaksanaan Pilkada tidak berjalan dengan baik," katanya.
Ia berpendapat, KPU Kota Singkawang seharusnya bisa memperjuangkan pengajuan angka anggaran untuk pelaksanaan Pilkada yang sebelumnya diajukan ke Pemkot Singkawang.
"KPU harusnya bisa memperjuangkan anggaran yang sebelumnya diajukan. Karena ini bukan agenda suka-sukanya tapi agenda yang sudah diperintahkan oleh undang-undang dan harus dilaksanakan sebaik-baiknya," katanya.