Warga Kayong Utara Banyak Mengalami Gangguan Jiwa

Hal ini dikarenakan semakin banyaknya warga Kayong Utara yang mengalami gangguan kejiwaan.

Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Steven Greatness

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kayong Utara, melalui Kepala Bidang Sosial, M Sunardi, mengharapkan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara untuk segera membangun Puskesmas khusus penderita gangguan jiwa.

Hal ini dikarenakan semakin banyaknya warga Kayong Utara yang mengalami gangguan kejiwaan.

“Kami inginnya di sini (Kayong Utara) ada puskesmas yang bisa dikembangkan untuk menangani masalah penyandang penyakit kejiwaan. Karena apa, satu sisi menghemat biaya, selain itu juga keluarganya dekat kalau mau memantau perkembangan pasien. Jadi secara psikologis, jika sering dikunjungi keluarganya bisa mendorong proses penyembuhan kejiwaan si pederita gangguan jiwa tersebut,” ujar Sunardi saat meninjau rumah Solbiah (37) yang mengalami gangguan jiwa, dan saat ini hanya dikurung dirumah pribadinya, senin (2/5/2016).

Meskipun begitu, menurut Sunardi, tidak mudah untuk dilaksanakan karena mengingat banyak hal yang perlu disiapkan oleh pemerintah daerah terutama tenaga medis yang kompeten dibidang kejiwaan.

“Biar bagaimanapun kita upayakan untuk menangani pasien yang memilik penyakit kejiwaan seperti melakukan kerja sama dengan rumah sakit pontianak atau rumah sakit singkawang, kita datangkan secara periodik ke sini (Kayong Utara)” tuturnya.

Kabid Sosial ini mengakui bahwa di Kayong Utara sediri masih banyak kekurangan dengan tenaga ahli yang memahami terkait dengan ilmu Kejiwaan.

“Itu yang harus kita pahami dan sadari bersama, jadi istilahnya tidak ada kayu rotan pun jadi, bagaimanapun juga kita tetap usahakan kerja sama dengan pihak terkait untuk menangani penyakit kejiwaan yang ada di Kayong Utara ini” jelasnya.

Terkait Penyakit kejiwaan yang dialami solbiah, warga Desa Sutra, Kecamatan Sukadana. Dinas Sosial berjanji akan menangani warga Kecamatan Sukadana, dan berencana akan membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bodok di Singkawang dalam waktu dekat ini. Namun tentunya setelah pihak keluarga bersangkutan menyelesaikan administrasi yang dibutuhkan seperti Surat Rujukan Puskesmas Kartu BPJS, KK dan Ktp bersangutan.

“Ini sudah menjadi tanggung jawab kami, pasti akan kami kirim kerumah sakit kejiwaan, setelah pihak keluarga menyelesaikan administrasi yang diperlukan. Kemungkinan senin atau selasa depan sudah bisa kita kirim, mengingat minggu ini kita banyak libur ditakutkan administrasinya belum selesai”tutupnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Sutera Farizal mengatakan akan mendukung penuh Dinas Sosial jika diperlukan untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk keberangkatan solbiah yang merupakan warga wilayah kerjanya.

“Kami siap membantu dalam proses pengurusan administrasi seperti surat pengantar untuk Puskesmas, Dinas Sosial sampai pengurusan BPJS, Nanti akan kami tugaskan satu orang untuk mengurus segala hal mejelang keberangkatan warga kami ini (Solbiah)”. ujar Pria yang biasa disapa Ris ini.

Pj Kepala Desa Sutera ini juga berharap kepada masyarakat agar segera melaporkan ke Desa jika ada kasus yang serupa. Agar Desa cepat tanggap untuk melakukan tindakan – tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada seperti kasus kejiwaan.

“Selama saya menjabat, memang baru kali ini menemukan kasus penyakit kejiwaan di lingkungan kerja saya. Saya mohon untuk kedepannya kerja sama warga masyarkat untuk segera memberikan informasi kepemerintahan Desa jika ada kasus seperti ini terjadi lagi dikalangan masyarakat luas,”harapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved