Dikabarkan Telah Menelantarkan Penumpangnya, Ini Tanggapan Lion Air
Ratusan calon penumpang maskapai penerbangan Lion Air telantar di Bandara Internasional Pattimura Ambon.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berita tentang Ratusan calon penumpang maskapai penerbangan Lion Air telantar di Bandara Internasional Pattimura Ambon, Selasa (19/4/2016) lalu mendapatkan tanggapan dari pihak maskapai, Kamis (21/4/2016).
Berita tersebut dimuat di portal Tribun Pontianak/ pontianak.tribunnews.com Tribunnews Network dengan judul: Sudah Ditelantarkan Seharian, Penumpang Lion Air Tak Dapat Kompensasi.
Berita yang dikutip dari Kompas.com mengisahkan seorang pria bernama Lies yang membeberkan peristiwa yang dialaminya .
Ia merupakan penumpang Ambon tujuan Fakfak bersama rombongan yang berjumlah 17 orang.
Lies mengaku ia dan rombongan telantar sejak Senin (18/4/2016) dan tidak ada kompensasi yang diberikan pihak maskapai kepada mereka.
“Kami telantar sudah dari Senin kemarin. Kami sudah berada di sini sejak subuh, tapi tidak juga ada pesawat yang mengangkut kami,” ujarnya kepada Kompas.com melalui telepon selulernya, Selasa sore.
Dia mengatakan, beberapa calon penumpang sempat protes ke pihak Lion Air yang berada di bandara. Namun kata pihak manajemen, pesawat tidak dapat berangkat dengan alasan cuaca buruk.
Padahal, kata dia, sejumlah penerbangan lain malah tetap terbang menuju Fakfak.
“Kami dan beberapa penumpang protes tapi alasan mereka katanya cuaca buruk. Jujur pak pelayanan Lion Air sangat buruk sekali,” ujarnya kesal.
Dia mengatakan, para penumpang sempat meminta kompensasi dari pihak Lion Air, namun permintaan itu tidak ditanggapi.
"Kami rombongan memang pesan tiket langsung dari Fakfak, dan saat kami meminta kompensasi, manajemen Lion Air di sini bilang itu bukan tanggung jawab mereka,” katanya.
Akibat tertundanya keberangkatan pesawat, Lies mengaku dia dan 17 orang rombongannya harus mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk menginap di penginapan bandara dan juga biaya makan.
"Jangankan makanan pak, roti saja tidak diberikan kepada kami. Bayangkan, kami harus menyewa penginapan jutaan rupiah untuk tidur, jadi sama sekali kami tidak dapat kompensasi apapun,” ujarnya.
Lies mengaku dia dan 17 orang rombongannya yang terdiri dari para siswa SMA Negeri 1 Fak-Fak datang di Ambon untuk mengikuti lomba Olimpiade sains Fisika dan Matematika yang digelar Kementerian Pendidikan di SMA Negeri 1 Ambon.
Selain penumpang tujuan Fakfak, dia mengaku ratusan penumpang jurusan lainnya juga telantar dan tidak mendapatkan konpensasi apapun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pesawat-lion-air_20160421_183219.jpg)