Gerhana Matahari Total
Semasa Hidup, Kakek 51 Tahun ini Akui Baru Pertama Kali Salat Gerhana
Subhanallah ya, dulu tahun 1983 pernah di Jogja, cuma belum nggak mengikuti salat gerhana. Ini memang niat mengikuti salat gerhana di Pontianak.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Operasional Perekayasa Muda Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Pontianak, Iskandar Bakri, menuturkan gerhana matahari, sebelumnya juga pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1983.
"Tahun depan ada, cuma di sana, Amerika," tuturnya.
Satu di antara jamaah, Nurul Huda (51) mengaku salat gerhana (Kusuf) yang diikuti di Masjid Raya Mujahidin hari ini, merupakan kali pertama dalam hidupnya.
"Subhanallah ya, dulu tahun 1983 pernah di Jogja, cuma belum nggak mengikuti salat gerhana. Ini memang niat mengikuti salat gerhana di Pontianak, subhanallah, takjublah," ungkapnya.
Dengan mengikuti salat kusuf, karyawan asal Jakarta yang bekerja di Pontianak ini merasa bersyukur, karena fenomena Gerhana Matahari ini memang merupakan kesempatan langka.
Walau gerhana sempat ditutupi gugusan awan, Huda menegaskan ia tak merasa kecewa. Karena sejak awal yang diniatkannya, hanya untuk melaksanakan salat secara khusyuk.
"Nggak, ini satu kejadian yang allah berikan, jadi kita salat khusyuk, berterimakasih dan bersyukur. Jadi nggak penting terlihat atau nggaknya," tegasnya
Satu jamaah lainnya, Sariman, tampak khusyuk berdoa usai melaksanakan salat kusuf. Dengan mengikutsertakan keluarganya melaksanakan salat kusuf, Sariman mengaku, dapat merasakan kebesaran Allah SWT.
"30 tahun yang lalu pernah juga melaksanakan salat gerhana ini, tapi hari ini luar biasa sekali, Allah menunjukkan kebesarannya," pungkasnya.