Gerhana Matahari Total
Disbudpar Bersyukur Masyarakat Antusias Saksikan Gerhana Matahari
Matahari terlihat bersinar hanya berlangsung beberapa saat lantaran kembali tertutup awan.
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pontianak Hilfira Hamid menuturkan, pengamatan gerhana matahari merupakan hasil koordinasi antara Lapan dengan instansi tertkait.
"Yang mana untuk di kita tidak total namun kita bisa lihat tadi bagaiman fenomena alam ini," katanya, Rabu (9/3/2016).
Pantauan Tribun, matahari dengan posisi ditutupi piringan bulan mulai terlihat dari menara Masjid Raya Mujahdin menggunakan kacamata khusus sekira pukul 08.00 hingga 08.10 WIB.
Matahari terlihat bersinar hanya berlangsung beberapa saat lantaran kembali tertutup awan.
Sebelumnya pada saat puncak gerhana, posisi matahari tidak terlihat lantaran tertutup awan disertai hujan ringan.
Diakui Hilfira, fenomena gerhana dari Masjid Mujahidin hanya dapat disaksikan beberapa saat saja.
"Sempat ada cahaya dan bisa kita lihat tadi menggunakan kecamata khusus. Alhamdulillah masyarakat Kota Pontianak sangat antusias untuk melaksanakan salat dan tidak hanya di masjid ini," ungkapnya.
Menurutnya, hikmah yang dapat diambil dari fenomena alam ini sebagai kebesaran Allah SWT.
"Alhamdulillah untuk pengertian fenomena ini berupa kebesaran Allah, dan ini fenomena alam yang sangat langka. Dan ini hanya dapat kita saksikan beberapa menit," tuturnya.
Untuk kunjungan wisatawan sebagaimana yang telah dipromosikan oleh kementerian, untuk di Kalbar yang terjadi gerhana total ada di Kendawangan.
"Wisatawan yang berkunjung ini hanya negara tetangga saja seperti Malaysia dan Singapura," ungkapnya.