Penipuan Bermodus Minta Sumbangan Resahkan Warga Kota Baru
Modusnya mereka mengaku petugas dari RT yang bertugas meminta sumbangan pembangunan dan penggadaan fasilitas umum.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Belakangan ini warga komplek Perumahan Perintis Alam Jalan Perintis, Desa Pal 9 kecamantan Kakap, Kabupaten Kubu Raya diresahkan dengan penipuan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal dengan modus meminta sumbangan dari rumah ke rumah untuk pembangunan fasilitas sosial masyarakat yang mengatasnamakan RT setempat yang ada di Jalan Perintis.
Menurut Ketua RT setempat Ismail dari kejadian tersebut, ia telah memberikan himbauan berupa surat untuk disebarkan kepada warga komplek bahwa saat ini kami tidak menerima sumbangan berbentuk apapun kepada masyarakat. Untuk selanjutnya jika ada yang meminta sumbangan berbentuk apapun dilaporkan terlebih dahulu kepada RT setempat.
“Modusnya mereka mengaku petugas dari RT yang bertugas meminta sumbangan pembangunan dan penggadaan fasilitas umum yang biasanya bersamaan dengan itu memang ada kegiatan pembangunan jembatan misalnya, ataupun event-event tertentu. Atas dasar itu mereka bilang butuh banyak dana untuk pembangunan itu kepada warga,” ujar Ismail, RT 79 Desa Pal 9 Kubu Raya.
Dikatakan olehnya, bahwa sudah sering warganya melapor terkait penipuan ini, namun dirinya masih menunggu kepastian dari kasus tersebut. Namun, dirinya berjanji jika masih ada kejadian dengan modus yang sama, pihaknya tidak segan menahan bahkan membawa pelaku ke pihak yang berwajib.
Saat ini ia sudah menyebarkan surat edaran kepada warga agar tidak menerima dan memberi sumbangan yang bersifat apapun tanpa ada rekomendasi dan stempel dari RT.
“Kami sudah menyebarkan surat edaran dan jika hal itu terjadi, maka dari itu kami tetap menindak pelaku dengan peraturan yang ada serta menghimbau kepada warga agar selalu waspada,” tambahnya.
Dengan modus itu, mereka berhasil mengelabui warga, sehingga banyak warga yang percaya dan memberikan sumbangan lantaran penampilan dan bahasanya seolah-olah seperti penduduk setempat. Sasarannya yaitu warga komplek yang baru menghuni perumahan baru yang memang masih belum terlalu kenal dengan perangkat pemerintahan setempat.
Mutya, satu di antara warga Komplek Perintis Alam ini menjadi korban penipuan tersebut pada beberapa bulan yang lalu. Menurutnya mereka datang di malam hari menggunakan motor dengan berpakaian sarung sehingga ia mengaku percaya karena beranggapan bahwa yang datang adalah orang di sekitar komplek.
“Waktu itu sekitar jam 8 malam, mereka datang berdua, satunya pakai sarung dan meminta sumbangan untuk pembangunan jembatan di depan komplek, hingga saya memberi uang Rp 70 ribu dan mama saya member Rp 50 ribu” katanya saat di temui di kediamannya.
Warga Komplek Perintis Alam, Asep (30) yang melihat kejadian ini secara langsung mengungkapkan ciri-ciri pelakunya yaitu menggunakan motor Vega R warna biru, lampunya tidak hidup dan orang besar, gemuk, tinggi, dan datang ke rumah warga yang menurut dia baru pindah.
“Caranya dia mengetuk pintu dan setelah orang rumah itu membuka pintu pelaku langsung bilang gini saya minta sumbangan Rp 180 untuk membeli Tonk Sampah, Tetangga saya sudah ada 4 yang menjadi korban, ada yang sudah membayar Rp 350 ribu, Rp 500 ribu, itu dilakukan pada penipuan yang sebelum ini terjadi,” jelasnya. (MG1/MG2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/minta-sumbangan_20150619_173300.jpg)