Mengenal Lebih Dekat Mahasiswa Pandai yang Menemukan Air di Mars ini
Penelitian ini ia mulai sejak lima tahun yang lalu dan menambahkan bukti adanya tanda-tanda kehidupan di Planet Merah.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bagi sebagian besar mahasiswa, mencari pekerjaan dan pindah jauh dari rumah adalah sebuah keputusan besar. Namun, selalu ada orang yang justru menuai keberhasilan dari keputusan tersebut.
Pria Nepal bernama Lujendra Ojha adalah salah satunya. Pria yang akrab disapa Luju ini sedang hijrah ke Amerika Serikat untuk menjalani pendidikan doktoral di jurusan ilmu antariksa di Institut Teknologi Georgia.
Ojha memastikan petunjuk tanda-tanda keberadaan zat cair di Mars. Penelitian ini ia mulai sejak lima tahun yang lalu dan menambahkan bukti adanya tanda-tanda kehidupan di Planet Merah.
Twitter tentang Luju melalui nama aslinya Lujendra Ojha disinggung sekitar 1.800 kali sampai Kamis (1/10/2015).
'Peluang terbesar'
Pujian untuknya melalui media sosial termasuk dari senator Amerika Serikat, John McCain dan sejumlah warga di Nepal.

John McCain memberikan selamat kepada Luju.
Banyak pengguna twitter yang mengucapkan selamat dan dukungannya terhadap Luju atas penemuan ini.

Di sela-sela penelitiannya, Luju gemar bermain musik metal.
Pria berumur 25 tahun ini secara kebetulan menemukan "lapisan-lapisan di permukaan Mars" dalam sebuah penelitian mandiri saat menempuh pendidikan sarjana di Universitas Arizona, Amerika Serikat pada tahun 2010.
"Saya secara kebetulan menemukan peluang terbesar dalam hidup saya," ujar Lujendra saat konferensi di Prancis.
Lapisan ini merupakan hasil dari cairan yang mengalir dari atas tebing dan membentuk dinding kawah saat musim panas di Mars.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/lujendra-ojha_20151003_093549.jpg)