Dishub Tangkap Sopir Panther Bertangki Siluman di SPBU Gusti Hamzah

Mobil itu juga sudah dimodifikasi sehingga mempunyai tangki tambahan yang mampu memuat sekitar 300 liter solar.

Editor: Andi Asmadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (28/1/2014), menangkap seorang sopir mobil tangki "siluman", Am, yang kedapatan sedang antre bahan bakar minyak jenis solar di SPBU Jalan Gusti Hamzah, Kota Pontianak..

"Sopir mobil tangki siluman tersebut tertangkap saat sedang antre untuk membeli solar di SPBU Jalan Gusti Hamzah," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfo Kota Pontianak Uray Berty.

Berty menjelaskan, ditangkapnya sopir mobil jenis Panther tersebut karena setelah dilakukan pemeriksaan ternyata memuat jeriken-jeriken yang akan diisi di SPBU.

"Ketika kami periksa, ternyata mobil itu juga sudah dimodifikasi sehingga mempunyai tangki tambahan di bagian dalam belakang mobil tersebut, yang diperkirakan mampu memuat sekitar 300 liter solar," ungkap Berty.

Sopir dan mobilnya sudah ditahan. "Sopirnya akan kami suruh membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan itu. Sementara mobilnya ditahan selama tiga bulan, untuk tangki tambahannya disita," ujarnya.

Ia menyatakan bahwa saat ini pihaknya hampir setiap hari melakukan razia, terutama bagi kendaraan yang sedang antre untuk membeli solar bersubsidi di setiap SPBU yang ada di wilayah Kota Pontianak.

Razia tersebut dalam rangka menjalankan Perda Wali Kota No. 46/2013 tentang Pengoperasian Solar Bersubsidi di wilayah Kota Pontianak, sehingga hanya boleh menggunakan tangki standar dan tidak menggunakan tangki tambahan atau "siluman".

Berty mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam melaporkan kalau masih ada melihat maupun mendengar SPBU yang masih melayani atau kerja sama dengan pihak spekulan-spekulan yang antre BBM bersubsidi demi keuntungan pribadi.

"Masyarakat jangan takut untuk melaporkan hal tersebut, karena identitas pelapor akan dirahasiakan," ujarnya.

Sementara itu, Am sopir mobil tangki siluman tersebut mengaku bah sudah dua hari dia antre solar dengan mobil tersebut.

"Saya hanya sopir, yang punya mobil ada. Setiap melakukan pengisian, saya bayar Rp10 ribu kepada oknum polisi yang bertugas menjaga SPBU tersebut," ujarnya.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved