Damai Natal 2013
Paulus Y Marutis: Kelahiran Sang Juru Selamat Penyegera untuk Bertobat
"Sebenarnya untuk masalah tobat ini dilakukan tidak hanya pada saat ibadah misa saja, melainkan dari sebelum-sebelumnya," kata Paulus Yohanes Marutis.
Penulis: Madrosid | Editor: Andi Asmadi
TRIBUNPONTIANAK,CO.ID, MEMPAWAH - Perayaan Natal bagi umat Kristiani di Kabupaten Pontianak didahului ibadah misa malam Natal di seluruh gereja pada Selasa (24/12/2013) malam. Meskipun pelaksanaannya tidak bersamaan, umumnya dilaksanakan sekitar pukul 20.00 WIB.
Pengamanan dari kepolisian juga terlihat sangat ketat. Beberapa anggota polisi standby di setiap gereja. Pelaksanaan ibadah misa malam Natal menjadi tradisi umat kristiani dalam menyambut kelahiran Yesus Kristus.
Di Gereja Katolik Santro Petrus Mempawah, untuk pelaksanaan misa telah mempersiapkan beberapa ornamen khusu untuk misa. Gereja yang dapat menampung sekitar 300 jemaat itu menjadi deretan gereja terbesar di Kota Mempawah.
Ketua Stasi Mempawah, Paulus Yohanes Marutis, mengatakan bahwa setiap gereja akan melaksanakan misa. Sebab pelaksanaan misa itu merupakan ibadah untuk pada malam harinya sebelum Natal esok harinya. Jika malamnya, disebut sebagai misa malam Natal, sedangkan untuk hari H-nya itu merupakan misa Natal.
"Rangkaian pada pelaksanaan ibadah misa malam Natal ini di antaranya pembaptisan. Untuk hari Natal sendiri rangkainnya ada komuni (penerima sakrame ekaristi untuk orang sakit). Orang yang sakit dilakukan komuni dengan membawakan hosti (makanan) oleh petugas gereja (prodiakon)," ujarnya.
Ia mengatakan, misa malam Natal itu berlangsung kurang lebih selama satu sampai dua jam. Dengan melaksanakan misa ini, bagi para jemaat menjadi sebuah proses peningakatan keimanan. Kelahiran sang juru selamat Yesus Kristus menjadi penyegera bagi jemaat untuk bertobat atas segala kesalahan yang telah dilakukan pada masa sebelumnya.
"Sebenarnya untuk masalah tobat ini dilakukan tidak hanya pada saat ibadah misa saja, melainkan dari sebelum-sebelumnya," ungkapnya.
Untuk ibadah kali ini, di Gereja Santo Petrus beralamat di Jalan Sujarwo itu dipimpin Pastur Jhon Rustam. Pesertanya sendiri bebas dari semua kalangan tanpa ada batasan umur. Namun yang bisa melaksanakan ibadah misa hanya dikhususkan pada jemaat yang sudah dibaptis.
"Untuk pembaptisan itu minimal usianya sudah 7 tahun. Tapi untuk yang ikut ibadah misa sejak dilahirkan itu boleh," ungkapnya.
Sementara adanya ornamen yang terlihat pada gereja saat pelaksanaan misa itu sebagai pertanda perayaan menyambut kelahiran Yesus Kristus. "Kalau selaian pelaksanaan misa ini ornamen ini tidak boleh. Ini khusus hanya pada pelaksanaan misa saja," jelasnya.