Demam Bola, Batik Jadi Ekspresi

Produk batik bermotif klub sepakbola sejauh ini tidak hanya diminati pembeli di pulau Jawa tetapi juga tersebar di banyak daerah lain.

Tayang:
Editor: Jamadin

Namun baik Saud maupun Ade sepakat mereka harus pandai melakukan inovasi produk agar pasar tidak jenuh dengan keberadaan batik bermotif sepakbola saat ini.

"Ke depan saya akan mencoba menggarap batik dengan logo klub-klub lokal," kata Saud Efendi.

"Mudah-mudahan pasarnya bisa menjanjikan."

Saud juga berencana menggarap batik bermotif klub sepakbola untuk pangsa pasar kelas atas.

"Sementara ini yang saya bikinkan bukan batik tetapi tekstil motif batik, kita tidak menutup kemungkinan untuk membuat batik beneran dengan motif bola untuk kalangan atas."

Sejumlah pencinta batik sendiri berharap batik klub sepakbola bisa berkembang dan tidak hanya sekedar menempel logo klub pada kain bermotif batik.

"Sekarang banyak yang hanya sekadar menempelkan logo sepakbola pada kain batik jadi tidak didesign secara khusus harusnya tidak sekadar menempelkan logo saja," kata Indro seorang penggemar batik bola asal Jakarta.

Sementara untuk mengurangi kejenuhan motif dan warna, Anton seorang penggemar batik bola lainnya mempunyai usulan unik.

"Treatment-nya batik ini disamakan dengan jersey klub saja karena tiap musim kan jersey mereka ganti dan biasanya ada tiga jenis jersey yaitu untuk home, away dan alternatif kalau batik bisa ditreatment seperti ini, sepertinya batik bola tidak akan mati (keberadaanya)," kata Anton.

Peluang untuk terlibat dalam bisnis penjualan batik bermotif sepakbola sendiri masih sangat terbuka sepanjang tahun ini.

Sejumlah event besar kejuaraan sepakbola mulai gelaran Final Piala Champhions Eropa, Piala Eropa atau Putaran Final Cabang Sepakbola di Olimpiade dipastikan akan menyedot perhatian banyak pencinta sepakbola. (bbc)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved