Waria Jakarta Pesimis Pilkada DKI
Ketidakadilan pun muncul saat para lekong, sebutan akrab kaum ini, tak bisa mengakses pelayanan publik. Misalnya pelayanan kesehatan
Meskipun ragu-ragu melihat 6 pasang calon yang diusung, sekitar 4200 waria yang terdata dalam naungan Arus Pelangi tersebut tetap berharap untuk sekedar 'dilirik' oleh nama-nama cagub yang bertarung dalam Pilkada Jakarta. Undang-undang di Indonesia pun sebenarnya, diakui telah mengakomodir aksi anti diskriminatif, namun hanya pelaksanaannya saja yang belum maksimal.
"Bahwa tidak ada lagi diskriminasi dan kekerasan lewat aparatur negara, kesaman hak, semuanya bisa terpenuhinya hak-hak dasar, seperti pekerjaan. Tidak dipinggirkan hanya karena berbeda identitas seksual atau gender," ujarnya.
Jakarta tentu saja bukan hanya milik orang Betawi, bukan hanya milik pedagang kaki lima, bukan juga milik warga perumahan, namun juga milik orang-orang yang termarginalkan secara sosial-ekonomi. Sanggup kah keenam calon tersebut menjadi tumpuan harapan bagi seluruh warga Jakarta? Tanpa terkecuali. (*)