Harga Pertalite Turun Rp 9.000 di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia di Skema Penyesuaian BBM Subsidi

Penyesuaian BBM Subsidi dilakukan dengan memperhitungkan dua faktor utama, yakni kurs rupiah terhadap dollar AS dan harga acuan minyak mentah

Editor: Rizky Zulham
Dok. Pertamina
Suasana pelayanan di SPBU Pertamina. Cek Harga Pertalite Turun Rp 9.000 di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia dan Skema Resmi BBM Subsidi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Harga BBM Subsidi jenis Pertalite turun harga di kisaran Rp 9.000 pada tahap kemungkinan penyesuaian harga Bahan Bahan Minyak terbaru.

Hal ini disampaikan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM.

Dalam kesempatan itu, pihak ESDM membuka kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak BBM Subsidi jenis Pertalite.

Namun, hal ini baru akan dilakukan jika harga minyak mentah menyentuh level 60-65 dollar AS per barrel.

Seperti yang dijelaskan oleh Direktur Eksekutif ReforMiner Komaidi Notonegoro.

Menurutnya, penyesuaian BBM Subsidi dapat dilakukan dengan memperhitungkan dua faktor utama, yakni kurs rupiah terhadap dollar AS dan harga acuan minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

"Jadi kedua-duanya harus terus dipantau," kata dia, Jumat 16 Juni 2023.

Harga Resmi Bioetanol BBM Jenis Baru yang Dijual di SPBU Pertamina

Berdasarkan asumsi dasar ekonomi makro APBN 2023, Komaidi menilai, pertimbangan penurunan harga minyak ke kisaran 60-65 dollar AS per barrel untuk menyesuaikan harga Pertalite sudah tepat.

Pasalnya, mengacu kerangka asumsi ekonomi makro, harga minyak ditetapkan 90 dollar AS per barrel dan kurs rupiah berada di Rp 14.800 per dollar AS.

"Memang di kisaran 60-65 dollar AS itu relatif bisa di kisaran Rp 9.000 sampai Rp 10.000 begitu rentangnya," kata dia.

"Artinya kalau diturunkan begitu mungkin kompensasinya enggak terlalu besar begitu," sambungnya.

Lebih lanjut, Komaidi menyebutkan, harga BBM di Indonesia relatif moderat dibanding negara kawasan Asia Tenggara lain. Meskipun memang, tidak banyak negara tetanga yang masih memiliki BBM dengan nomor oktan atau RON di bawah 92.

"Indonesia sebetulnya kalau dari sisi harga relatif moderat ya, artinya tidak terlalu mahal banget," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, harga BBM jenis Pertalite berpeluang untuk turun jika harga minyak mentah menyentuh level 60-65 dollar AS per barrel.

Meski harga minyak mentah saat ini trennya menurun, belum menyentuh kisaran level 60-65 dollar AS per barrel.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved