DPPP Pontianak Tetap Pertahankan Budidaya Aloevara Khas Pontianak
Hampir semua tamu yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia ingin memburu aloevera sebagai ole-ole.
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Jamadin
DPPP Pontianak Tetap Pertahankan Budidaya Aloevara Khas Pontianak
PONTIANAK -Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Bintoro mengaku memang beberapa tahun lalu tidak ada peningkatan perluasan areal.
Menurutnya Hal itu disebabkan pada saat empat tahun lalu hingga kini belum ada penyerapan komoditi produk pelepah lidah buaya yang betul-betul memenuhi standar pasar yang diharapkan.
"Makanya para petani aloevera stagnan mempertahankan dulu keberadaan aloevera ini," ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap akan mempertahankan aloevera atau lidah buaya tersebut sebab tanaman jenis itu kini menjadi ikon Kalbar bahkan nasional.
Baca: BREAKING NEWS: Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas di Parit Jepang Sungai Raya
Baca: KPU Kalbar Siapkan Barang Bukti Hadapi PHPU Pileg dari 7 Parpol
"Oleh sebab itu ada Pusat Kajian Aloevera Center yang masih eksis hingga kini," ujarnya.
Di samping itu, pihaknya tidak hanya berupaya mempertahankan tanaman lidah buaya saja, pada tahun 2020 mendatang pihaknya akan ada akses pengembangan perluasan areal dalam rangka meningkatkan agar nanti produk lidah buaya bisa tercukupi dan pendapatan pertanian bisa terangkat.
"Perluasan arealnya sekitar 5 - 10 hektare," paparnya.
Momen perhelatan Akbar STQ Nasional yang tengah berlangsung saat ini di Pontianak terdapat trend peningkatan permintaan aloevera di pasaran.
Hampir semua tamu yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia ingin memburu aloevera sebagai ole-ole.
"Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan, bukan hanya sekedar mempertahankan aloevera, tetapi kita bisa meningkatkan kembali produktivitasnya agar aloevera bisa tercukupi," ujar Bintoro.