Sekolah Batas Negeri Gelar Seminar dan Talkshow, Bahas Strategi Pembangunan Kawasan di Kalbar
Ia ingin ada tindak lanjut dari kegiatan ini. Dengan harapan bagaimana semua pihak bisa menyatukan visi dan misi dalam satu kepala bersama
Penulis: Anggita Putri | Editor: Ishak
Sekolah Batas Negeri Gelar Seminar dan Talkshow, Bahas Strategi Kolaborasi Pembangunan Kawasan di Kalbar
PONTIANAK - Sekolah Batas Negeri gelar Seminar dan Talkshow bertemakan "Strategi dan Model Kolaborasi Program Pembangunan di Kawasan Perbatasan Kalimantan Barat, di Aula Rektoran Universitas Tanjungpura, minggu (30/6/2019).
Aidil Andani (22) selaku inisator dan Project Sekolah Batas Negeri (SBN) mengatakan tema yang diangkat terkait strategi dan model kolaborasi pembangunan kawasan di Kalbar.
Pada kegiatan ini hadir perwakilan dari Assistant Culture Attache for Youth Outreach US Embassy Jakarta, Emily Abraham. Kedubes US menjalin kerjasama dengan SBN untuk menjalankan program ini dan menjadi pendonor dana project.
Baca: Sekolah Batas Negeri Gelar Seminar dan Talkshow di Universitas Tanjungpura
Baca: Gerakan Sekolah Batas Negeri Gelar Workshop Untuk Relawan yang Akan Berangkat ke Entikong
"Sejauh ini kita melihat argency di kawasan perbatasan itu tidak lagi mencari dan melihat masalah . Tapi masalah dan kondisi hanya sebagai review saja, bagaimana kita menciptakan solusi secepat mungkin dan model kolaborasi .Bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian . Jadi perlu kolaborasi, urung tangan masyarakat, institusi, akademisi mahasiswa, dan NGO untuk berkolaborasi dan dibuat strategi apa yang bisa di kerjakan," jelasnya.
Ia ingin ada tindak lanjut dari kegiatan ini. Dengan harapan bagaimana semua pihak bisa menyatukan visi dan misi dalam satu kepala bersama untuk program kedepan yang perlu disiapkan.
"Saya juga ada rencana untuk audensi dengan gubernur Kalbar untuk apa yang bisa di kordinasikan kedepan. Jadi saya sebagai project officer dan inisiator berharap kami dan perguruan tinggi di Kalbar , pemerintah, NGO termasuk TNI/Polri bisa kordinasi buat kegiatan jangka panjang," ungkapny.
Baca: Mapala Dirandra UBSI Pontianak Serahkan Donasi Sebelum Ekspedisi Relawan Menjangkau Perbatasan
Baca: Gelar Diskusi TPPO Wilayah Perbatasan Kapuas Hulu, Ini Penjelasan Dinas Sosial
Karena pembangunan perbatasan msnurutnya tidak bisa jangka pendek tapi harus berkelanjutan dan jangka panjang.
Dari project ini bantuan yang diberikan berupa pelatihan dan pemberian literasi tentang pendidikan dan sosial entrepreneurship.
"Jadi untuk pendidikan kita masuk di science and technology integrating Mediterranean region ( STIM) education .karena kita ingin memberikan literasi STIM supaya adik-adik di perbatasan suka belajar sains dan sosial entrepreneurship. gimana nanti mereka bisa memanfaatkan SDM dan SDA yang ada menjadi sebuah ide yang nenarik untuk membangun kawasan mereka sendiri " pungkasnya.