Sampah Pasar Mawar Menumpuk, Wali Kota Pontianak Meradang Minta DLH Segera Bersihkan

Edi perintahkan DLH untuk bisa menangani tumpukan sampah yang diperkirakan mencapai 20 kontainer tersebut, secepatnya.

Penulis: Syahroni | Editor: Didit Widodo
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meninjau proses bongkar muat tumpukan sampah di penampungan sampah sementara di Pasar Mawar, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (2/5/2019). Edi meradang lantaran tumpukan sampah yang luar biasa hingga menimbulkan bau tidak sedap. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO, ID, TRIBUN - Wali Kota Pontianak Edi R Kamtono mencemaskan kondisi sampah yang tidak terangkut dalam beberapa hari terakhir ini di depot penampungan sampah Pasar Mawar. Ia pun turun ke lokasi dan mempertanyakan kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dianggapnya tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut.

Menurut Edi kasus semacam ini harusnya tidak terjadi lagi di Kota Pontianak dan tidak boleh ada sampah yang berhari-hari menumpuk serta menggunung seperti yang terjadi di Pasar Mawar.

"Ini kan depo, jadi orang membuang sampah semuanya di sini. Kedua, ada satu kendaraan kita yang tertabrak sehingga tidak bisa operasional. Tapi seharusnya tidak boleh ada sampah menumpuk seperti ini, harus bersih setiap hari dan tidak boleh ada alasan," tandas Edi Kamtono di lokasi, Kamis (2/5/2019).

Baca: Ganti Rugi Tak Sesuai, Nelayan Sungai Kunyit Gelar Aksi ke Kantor Gubernur Kalbar

Baca: Pemkab KKR Libatkan Organisasi Perempuan Cegah Stunting

Tegas Edi perintahkan kepada DLH untuk bisa menangani tumpukan sampah yang diperkirakan mencapai 20 kontainer tersebut, secepatnya.

"Pokoknya hari ini harus selesai, kalau kepala dinasnya tidak bisa menangani ini berarti dia tidak mampu bekerja. Masak sudah masuk industri 4.0, kita masih saja berkutat permasalahan sampah," tegasnya.

Dari sisi lain, pihaknya juga terus mengedukasi masyarakat untuk bisa cerdas mengelola sampah, dengan cara memilah berdasarkan jenisnya supaya lebih mudah mengolahnya.

"Kalau dilihat sampah ini 60 persen sampah organik, sayang kalau ini tidak dikelola secara baik. Kalau ini dikelola secara baik, ini bisa menghasilkan menjadi kompos atau gas metan atau pakan ternak," tambahnya.

Kembali diulanginya, baginya tidak ada alasanndari DLH untuk tidak membersihkan sampah, karena DLH berdalih minimnya armada pengangkut sampah, ia yakin semua bisa di atasi kalau ada ide inovatif yang dilakukan oleh jajaran DLH.

Bahkan kalau memang perlu, wako minta menyewa atau pinjam armada. Diakuinya ada kelemahan dalam kinerja dinas terkait. Padahal tidak boleh ada sampah menumpuk di Kota Pontianak.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Tinorma Butar-butar saat meninjau lokasi tumpukan sampah bersama Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan terjadinya tumpukan yangenggunung memang merupakan siklus tahunan menjelang puasa. Ia menyebutkan produksi sampah akan meningkat sekitar 30 persen menjelang puasa atau saat puasa.

"Kita sudah antisipasi setiap tahunnya menjelang puasa, kita gunakan alat berat atau excavator. Tapi kemaren pas kita mau menggunakan alat berat di PU operatornya sedang libur dan mau meminjam di Kubu Raya juga sedang maintenance," jelas Tinorma terkait sampah sampai menumpuk di Pasar Mawar.

Bahkan tahun ini pihaknya akan mengadakan alat berat karena dianggap akan efektif untuk menangani sampah yang ada di Pasar Mawar. Selain itu, armada yang dimiliki DLH ada yang mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa beroperasional.

"Sehari-hari pengangkutan sampah di sini dua fuso sebanyak empat rit, dumptruk itu enam rit, dan dua kontainer, itu biasanya bersih. Tapi ada angkutan yang kecelakaan sehingga baru hari ini dikeluarkan dari polres," jelasnya.

Tinorma menegaskan DLH akan terus mencoba semaksimal mungkin menangani sampah, tetapi karena kondisinya seperti ini sehingga terlihat tidak maksimal. "Ini harus dievaluasi terus supaya ke depan semakin baik dan kita akan membeli alat berat untuk menangani sampah di Pasar Mawar ini," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved