Pemkab KKR Libatkan Organisasi Perempuan Cegah Stunting

Begitu juga ibu hamil wajib memeriksakan kesehatan minimal empat kali, termasuk memberikan ASI eksklusif hingga usia dua tahun

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Didit Widodo
tribun pontianak
SEMINAR - Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo menyalami peserta Seminar Advokasi dan Aksi Nyata dalam Peningkatan Peran Perempuan Mencegah Stunting untuk Ketahanan Keluarga di Aula Balai Diklat Keuangan Pontianak di Kabupaten Kubu Raya, Kamis (2/5/2019). 

Laporan Wartwan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA- Di Kabupaten Kubu Raya, angka stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak akibat kurang gizi kronis terbilang tinggi, yakni mencapai 25,6 persen. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya (KKR) berkomitmen pada upaya pecegahan dan penurunan angka stunting tersebut.

“Hal itu memerlukan perhatian khusus kita semua, tidak terkecuali organisasi-organisasi perempuan, tim penggerak PKK kabupaten hingga desa, anggota Dharma Wanita Kabupaten, serta LSM yang bergerak di pemberdayaan perempuan,” kata Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo saat membuka kegiatan Seminar Advokasi dan Aksi Nyata dalam Peningkatan Peran Perempuan Mencegah Stunting untuk Ketahanan Keluarga di Aula Balai Diklat Keuangan Pontianak di Kabupaten Kubu Raya, Kamis (2/5).

Baca: Identifikasi 468 Hoaks Selama Bulan April 2019, Segini Total Hoaks Terpantau Mesin AIS Kominfo RI

Baca: Tanggapan Presma IKIP PGRI Pontianak Saat Hadiri Silaturahmi Kebangsaan

Menurut dia, peran seorang ibu sangat penting dalam pencegahan stunting. Selain karena anak biasanya berada di tangan sang ibu, stunting juga terkait erat dengan kondisi ibu pada masa kehamilan setelah anak dilahirkan sampai dengan 1000 hari pertama kehidupan.

Maka dari itu, Ibu hamil harus dipastikan mendapatkan asupan makanan dengan gizi yang cukup, Ibu hamil juga perlu diedukasi mengenai makanan apa yang penting untuk dikonsumsi pada saat hamil.

Begitu juga ibu hamil wajib memeriksakan kesehatan minimal empat kali, termasuk memberikan ASI eksklusif hingga usia dua tahun dan pemahaman akan pentingnya sanitasi serta air bersih.

“Kegiatan seminar ini dimaksudkan agar perempuan-perempuan di Kabupaten Kubu Raya dapat berperan aktif menjadi pionir dalam pencegahan stunting melalui kampanye seribu hari pertama kehidupan (HPK) di lingkungan keluarga, organisasi, dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Adapun sejumlah langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terkait penanganan stunting, “diantaranya menyalurkan program pemberian makanan tambahan bagi anak-anak di posyandu, Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) bagi anak-anak sekolah dasar, dan pemeriksaan kesehatan gratis,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kubu Raya, Titus Nursiwan menyampaikan seminar yang digelar pihaknya bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan DWP Kabupaten Kubu Raya.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman kaum ibu dari unsur PKK, organisasi wanita, dan Dharma Wanita Persatuan tentang stunting dan bahayanya bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Kita berharap dapat mengoptimalkan seribu hari pertama kehidupan atau HPK untuk generasi yang lebih baik,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap agar para Ibu dapat mengenal atau deteksi dini anak yang terkena stunting, dan memberdayakan kader kader PKK baik dari kecamatan sampai tingkat desa melalui kelompok-kelompok dasawisma dengan membentuk tim penanggulangan stunting, yang bertugas melakukan pendataan dan membantu menangani masalah stunting di wilayah masing-masing.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved