11 Ribu Siwa SMP Pontianak Ikuti Ujian Nasional
Sebanyak 11,460 murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kota Pontianak mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional tahun ajaran 2018-2019 ini
11 Ribu Siwa SMP Pontianak Ikuti Ujian Nasional
PONTIANAK - Sebanyak 11,460 murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kota Pontianak mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional tahun ajaran 2018-2019 ini.
Pelaksanaan UN kali ini dilangsungkan selama empat hari, mulai 22-25 April 2019.
Dari 11,460 orang tersebut, 10.288 murid melaksanakan UN berbasis komputer atau sering dikenal, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sedangkan sisanya masih melaksanakan UN dengan sistem Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).
Seluruh SMP negeri dan MTS negeri di Pontianak ia sebutkan sudah melaksanakan UNBK, sedangkan yang melaksanakan UNKP adalah sekolah swasta yang memiliki murid sedikit.
2020 mendatang ditegaskannya akan direncanakan semua murid dan sekolah di Kota Pontianak harus mengikuti UNBK baik negeri maupun swasta yang ada.
Baca: VIDEO: Petugas Menolong Umat yang Sedang Kurang Sehat Ikuti Misa Paskah di Gereja Katedral Pontianak
Baca: ARMY Kecewa dengan Wawancara BTS Tentang CBS Sunday Morning, Ternyata Ini Penyebabnya!
Baca: Sultan Pontianak Tuding KPU Kalbar dan Kota Pontianak Curang, Sebut 90 Surat Suara Tercoblos 01
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Syahdan Lazis menjelaskan selain pelaksanaan UN tingkat SMP dihari yang sama dilangsungkan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) dijenjang Sekolah Dasar (SD).
Pelaksanaan USBN tingkat SD akan dilangsungkan selama tiga hari, 22-24 April 2019 dengan jumlah murid lebih dari 11 ribu.
"Hari ini adalah hari pertama pelaksanaan ujian nasional untuk tingkat SMP dan USBN ditingkar SD," ucap Syahdan Lazis saat diwawancarai setelah melakukan peninjauan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 1 Pontianak, Senin (22/4/2019).
Pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional.di Kota Pontianak berjalan dengan lancar, Syahdan memastikan tidak ada kendala dihari pertama pelaksanaan UN kali ini.
Ia berharap pelaksanaan UN ini berjalan dengan baik hingga selesai beberapa hari kedepan. Sehingga tidak menggangu para siswa-siswa dalam mengerjakan soal.
Hal yang paling diwanti-wanti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak adalah sistem kelistrikan, apabila mati lampu menurut Syahdan, akan kacau pelaksanaan UNBK.
"Khususnya listrik jangan sampai menggangu pelaksanaan. Awal-awal memang kita sudah berkoordinasi dengan PLN , sebab kalau listrik mati akan menjadi kendala besar pelaksanaan UNBK ini," tegas Syahdan Lazis.
Ia menjelaskan untik kesiapan sendiri sekolah negeri semuanya UNBK, kecuali sekolah swasta yang muridnya sedikit masih menerapkan UNKP.
Ia berharap ada peningkatan nilai yang diperoleh oleh para pelajar di Kota Pontianak, meskipun nilai ujian nasional ini tidak menjadi penentu kelulusan mereka.