Nasi Tak Terhidang di Meja Makan, Suami Tega Bacok Kepala Istri Dengan Parang, Berikut Kronologinya

Apa yang dilakukan seorang suami kepada istrinya ini sungguh miris, sebab hanya karena tidak ada nasi di atas meja makan seorang pria berinisial LF

Nasi Tak Terhidang di Meja Makan, Suami Tega Bacok Kepala Istri Dengan Parang, Berikut Kronologinya
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pelaku penganiayaan beserta barang bukti yang diamankan di Mapolsek Toho. 

Nasi Tak Terhidang di Meja Makan, Suami Tega Bacok Kepala Istri Dengan Parang, Berikut Kronologinya

MEMPAWAH - Apa yang dilakukan seorang suami kepada istrinya ini sungguh miris, sebab hanya karena tidak ada nasi di atas meja makan seorang pria berinisial LF (41) tega membacok kepala istrinya MR (42) dengan sebilah parang.

Kejadian miris tersebut terjadi di dapur rumah korban di Dusun Gunseng, Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, belum lama ini.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Toho, Iptu Dede Hasanudin membenarkan kejadian tersebut, Selasa (16/4/).

Ia mengatakan kronologi kejadian berawal dari pelaku yang ingin makan malam, namun tidak ada nasi.

"Kekerasan tersebut terjadi berawal saat pelaku mau makan malam dan saat melihat dimeja makan ternyata nasi tidak ada, dan pelaku menanyakan kepada istrinya, kenapa tidak ada nasi lalu istri pelaku menjawabnya sambil marah marah," tutur Iptu Dede.

Melihat istrinya yang marah-marah, pelaku mendatangi istrinya dan sempat memberikan nasihat agar jangan emosi.

Baca: BUMN Semakin Kuat dan Kokoh

Baca: Cuaca Siang Ini di Kota Singkawang

Baca: JaDI Ajak Masyarakat Ikut Dokumentasikan Hasil Penghitungan Suara

Namun kata Iptu Dede, korban yang kesal langsung mengambil pelita (botol kaca red) dan memukul bagian bawah kepala pelaku.

"Setelah itu korban mengambil pisau pemotong jinton (karet_red) dan menebas tangan pelaku dan mengenai pada lengan kanan bagian bawah pelaku," ujarnya.

Merasa sakit, pelaku kemudian memgambil parang yang tergantung didapur dan menebas korbannya.

"Ayunan parang itu mengenai bagian kepala sebelah kiri korban, setelah itu korban teriak-teriak kesakitan, sambil berlari keluar rumah, dan meminta tolong dengan tetangga," papar Iptu Dede.

Atas kejadian tersebut, kerabat korban kemudian melaporkan ke Mapolsek Toho, dan saat itu juga Unit Reskrim Polsek Toho langsung menuju ke TKP dan mengamankan pelaku.

"Kita sudah mengamankan barang bukti berupa sebilah parang, dan beberapa pakaian korban yang berlumur darah, pelaku kita sangkakan Pasal 44 ayat (1) dan ayat (2) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga," pungkasnya. 

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved