JaDI Ajak Masyarakat Ikut Dokumentasikan Hasil Penghitungan Suara
Ketua Presedium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalbar, Umi Rifdiawaty mengimbau agar masyarakat ikut mendokumentasikan hasil
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Madrosid
JaDI Ajak Masyarakat Ikut Dokumentasikan Hasil Penghitungan Suara
PONTIANAK - Ketua Presedium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalbar, Umi Rifdiawaty mengimbau agar masyarakat ikut mendokumentasikan hasil dari C1 Plano saat usai penghitungan suara nantinya agar mengetahui hasil dan ikut mengawal proses yang ada.
Walaupun memang, menurut Umi, hasil sesungguhnya nanti mesti menunggu pleno rekapitulasi KPU secara resmi.
Berikut analisanya.
Memang banyak lembaga yang melakukan hitung cepat pada hari pemungutan suara, sesuai dengan aturan dilakukan satu jam setelah pemungutan suara di wilayah Indonesia bagian barat. KPU juga akan melakukan real count melalui portal pemilu milik KPU.
Hitung cepat dibuat berdasarkan metode ilmiah dari masing-masing lembaga ini sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu.
Baca: Jelang Pemilu 2019, Polsek Belitang Pasang Imbau Kamtibmas Pada Masyarakat
Baca: KPU Targetkan Penghitungan Suara di KPPS Selesai Pukul 00.00 WIB
Baca: RAMALAN ZODIAK Kesehatan Selasa 16 April 2019, Jaga Energimu Libra, Atur Prioritasmu Sagitarius
Sedangkan untuk real count dilakukan oleh KPU dengan mengunggah form C1 Plano untuk memenuhi kebutuhan informasi publik.
Tapi tetap yang menjadi acuan resmi adalah proses rekap manual di PPK, KPU Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Pusat yang dihadiri oleh saksi, Bawaslu dan dilakukan secara terbuka.
Masyarakat juga dapat menyaksikan proses rekapitulasi hasil perolehan suara peserta pemilu, dalam proses ini bisa saja terjadi koreksi sepanjang disertai bukti yang cukup.
Dan dokumen ini nanti yang ditandatangani oleh penyelenggara disetiap tingkatan dan saksi dari masing-masing peserta pemilu, kemudian juga diumumkan di portal KPU.
Untuk itu masyarakat bisa ikut bersama sama mengawal proses rekap di setiap tingkatan.
Proses pengawalan ini tentu dapat dilakukan dari pengawalan di tingkat paling rendah yaitu KPPS dengan cara ikut mendokumentasikan baik foto maupun video hasil penghitungan suara untuk di unggah di media sosial misalnya Facebook dan lainnya.
Kami di Kawal Pemilu Jaga Suara juga akan melakukan hal tersebut dengan memantau, memfoto dan mengupload form C1 Plano di sistem Kawal Pemilu Jaga Suara yang digagas oleh Netgrit dan JaDI.
Kawal Pemilu bergerak lebih kepada memantau dan mengawal kemurnian suara hasil pemilu, hal ini seperti yang dilakukan pada Pemilu 2014.