Kasus AU Sudah Masuk Kejaksaan, Menteri Minta Semua Pihak Tidak Gegabah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise menekankan semua pihak tidak boleh gegabah

Kasus AU Sudah Masuk Kejaksaan, Menteri Minta Semua Pihak Tidak Gegabah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
audrey epaper 15/4/2019 

Kasus AU Sudah Masuk Kejaksaan, Menteri Minta Semua Pihak Tidak Gegabah

PONTIANAK - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise menekankan semua pihak tidak boleh gegabah dalam menangani kasus AU (14), siswi SMP yang diduga dianiaya sejumlah siswi SMA.

Ia meminta semua pihak harus benar-benar memahami penyebab anak-anak ini melakukan tindak penganiayaan. Hal ini dilakukan agar para diduga pelaku tersebut juga bisa mendapatkan penanganan yang tepat, tentunya mengacu pada Peradilan Pidana Anak.

“Saya sudah ingatkan pada Kejari Pontianak, agar penyelesaian kasus tersebut dengan UU No 35/2014 atas perubahan UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak,” kata Yohana Susana Yambise saat kunjungan kerjanya di Pontianak, Senin (15/4).

Yohana mengaku datang ke Pontianak untuk melihat langsung penyelesaikan kasus yang menghebohkan jagat maya tersebut.

Yahana kemudian melakukan pertemuan dengan Wali Kota Pontianak, Kapolresta Pontianak, KPPAD, Kejaksaan hingga stakeholder lainnya.

Kemudian ia juga bertemu para pelaku dan saksi yang dibawa ke Kantor Wali Kota Pontianak.

"Saya sudah ketemu tiga tersangka dan saya mendengarkan langsung cerita yang sempat membuat mereka go nasional bahkan internasional. Ini memang menjadi perhatian kita para menteri semua, para pejabat termasuk masyarakat dan media," ucap Yohana.

Baca: Dikatain Tua di Foto Ini, Syahrini Bungkam Mulut Netizen dengan Sendal Mahal

Baca: Tim Pemenangan Patungan Bayar Saksi

Baca: Kebakaran Hebat Hanguskan Gereja Notre Dame, Inilah Detik-detik Puncak Menara Gereja Runtuh

Baca: Menteri Yohana: UU Sistem Peradilan Anak tidak Bisa Diganggu Gugat dalam Kasus Audrey

Ia menjelaskan, dalam UU Perlindungan Anak tersebut pasti akan ada upaya diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana) dan mediasi karena dalam UU Perlindungan Anak, yang hukumannya di bawah tujuh tahun sudah pasti dilakukan diversi dan mediasi.

Ia menambahkan, dari hasil pertemuan tadi, para tersangka bukan termasuk anak-anak yang nakal dan hanya terpengaruh sesama teman sehingga bisa melakukan itu.

Halaman
1234
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved