Ketua Umum GMSPP Harap Pendidikan di Sambas Semakin Berkualitas

Arianton mengatakan di Milad ke 11 GMSPP ia berharap pendidikan di Sambas lebih baik

Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Keanggotaan GMSPP usia gelar seminar pendidikan di Aula Rektorat IKIP PGRI Pontianak, minggu (14/4/2019). 

Ketua Umum GMSPP Harap Pendidikan di Sambas Semakin Berkualitas

PONTIANAK - Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Sambas Peduli Pendidikan (GMSPP) Arianton mengatakan di Milad ke 11 GMSPP ia berharap pendidikan di Sambas lebih baik lagi dari sisi guru dan siswanya juga harus semakin berkualitas.

Arianton mengatakan GMSPP didirikan oleh para tokoh mahasiswa yang bergerak didunia pendidikan yang dibentuk pada 10 April 2008.

Untuk GMSPP adalah organisasi gerakan Sambas peduli pendidikan karena melihat kondisi pendidikan yang ada di Kabupaten Sambas yang masih sangat memprihatinkan apa lagi di daersh pelosok desa yang jauh dari kota.

Dari itulah kawan-kawan mencetuskan sebuah gerakan peduli pendidkkan yang ada di Kabupaten Sambas.

GMSPP khususnya lebih ke pendidikan di Sambas, karena di daerah luar belum pernah diadakan kegiatan pengabdian masyarakat karena tujuan GMSPP adalah terjun ke masyarakat yaitu di Kabupaten Sambas.

Baca: Hj Erlina Pimpin Apel Gabungan Bersama Pimpinan OPD, Pesankan Empat Hal Penting

Baca: Pemilih Belum Mendapatkan C6 Tetap Bisa Menggunakan Hak Memilihnya

Baca: Samion Kecewa Dengan PEMIRAMA IKIP 2019

Baca: Sabhara Polsek Menyuke Intensifkan Patroli ke Sekretariat PPK

Konteibusi nyata GMSPP didunia pendidikan di Sambas yaitu sudah melakukan Gema Sakti yaitu gerakan Mahasiswa Berbakti dan Mengabdi kepada masyarakat dan diselingi dengan silaturahmi pendidikan dengan sekolah dan masyarakat dan juga mengadakan kegiatan keagamaan yang dicantumkan dalam agenda kegiatan.

"Sekarang ini belum ada kerja sama GMSPP dengan pihak pemerintahan Sambas , kemaren sudah pernah meminta SK kepada Bupati namun belum diselenggarakan dari pihak sana. Tetapi untuk masyarakat dan sekolah kami bekerjasama dalam bentuk partispasi dalam dunia pendidikan untuk melakukan kegiatsn BSM," ujar Arianton usai Seminar Pendidikan.

Arianton menceritakan bahwa Keadaan pendidikan di Sambas yang ia lihat selama menjabat satu periode khususnya yang di daerah terpencil Kabupaten Sambas saat mengadakan kegiatan Di desa Semangak.

Bahwa guru disana mengatakan pendidikan moral dan akhlaklah yang masih kurang .

"Kami berinisiatif terjun ke sana untuk memberikan motivasi kepada adik-adik disana agar menghargai guru ," ujarnya.

Untuk GMSPP keanggotan GMSPP sekarang jumlahnya sekitar 26 orang.

"Jadi sebelum turun ke lapangsn kita adakan rapat kita survey disana apa yang menjadi permasalahan pendidikan disana jadi dalam rapat itu kita bahas," ujarnya.

Lanjutnya, ketika terjun teman-teman sudah tahu disana bahwa gurunya kurang menanamkan akhlak dan moral.

"Jadi kita berikan penguatan nilai-niali akhlak dan moral yang kita tanamkan dan berikan melalui pengajaran dan motivasi kepada siswi dan siswa disana," imbuhnya.

Arianto berharap pendidikan di Kabupaten Sambas untuk kedepannya harus maju dan berkualitas dari siswa dan guru juga harus bermutu dan mantap.

"Semoga Sambas bisa maju lewat pendidikan," tutupnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved