Samion Kecewa Dengan PEMIRAMA IKIP 2019

Prof. Dr. H. Samion, H.AR, M.Pd mantan rektor IKIP PGRI Pontianak kecewa dengan sistem Pemilihan Raya Mahasiswa

Samion Kecewa Dengan PEMIRAMA IKIP 2019
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Prof. Dr. H. Samion, H.AR, M.Pd mantan rektor IKIP PGRI Pontianak. 

Samion Kecewa Dengan PEMIRAMA IKIP 2019

Citizen Reporter
Mahasiswa IKIP
Bayu Suwandra

PONTIANAK - Prof. Dr. H. Samion, H.AR, M.Pd mantan rektor IKIP PGRI Pontianak kecewa dengan sistem Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemirama) dan cara kerja panitia pemilihan umum Presiden Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak 2019.

Pasalnya telah terjadi hal hal yang dinilai tidak mencerminkan sesuatu yang baik khususnya demokrasi bagi politik kampus.

Ini dimula ketika panitia pemilihan umum Presiden Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak melakukan beberapa kebijakan yang dirasa merugikan salah satu pihak yang mencalonkan diri sebagai calon presiden mahasiswa IKIP PGRI Pontianak.

Mulai dari penjadwalan sampai dengan keputusan penolakan berkas salah satu pasangan calon Presma oleh panitia PPU yang hal tersebut bermuara dari kesalahan panitia PPU sendiri yang tidak konsisten dalam memberikan informasi kepada peserta calon Presma.

"Mereka (panitia PPU) tidak konsisten dalam memberikan informasi, contohnya saja mereka awalnya menginfokan bahwa pengumpulan berkas bakal calon paling lambat pukul 18.45. Dan mendadakan di jam 16.43 mereka tiba-tiba meminta kami untuk segara mengumpulkan berkas paling lambat pukul 17.00," kata Salah Satu Timses Paslon Presma dirilis yang diterima Tribun.

Baca: Link Live Streaming Drawing Piala Indonesia 2019 Babak 8 Besar, Live PSSI Mulai Jam 14.30 WIB

Baca: Sabhara Polsek Menyuke Intensifkan Patroli ke Sekretariat PPK

Baca: TNI Polri di Kuala Behe Kawal Logistik Pemilu Kecamatan Menuju Desa

Baca: Ini Agenda Wali Kota Pontianak Edi Kamtono Senin (16/4/2019)

"Ketika jadwal itu tiba, dan dimajukan dengan alasan kesalahan teknis panitia PPU, kami merasa kewalahan untuk bergerak ke lokasi pengumpulan berkas, karena hanya punya waktu sekitar 17 menit untuk kami sudah harus tiba dan mengumpulkan berkas, yang jadwal tersebut maju 1.45 jam dari jadwal pengumpulan berkas yang telah diinformasikan sebelumnya," tambah salahsatu timses Presma.

Menanggapi hal itu, Samion yang juga mantan Rektor IKIP menyayangkan terjadi hal seperti itu.

"Saya sebagai mantan rektor IKIP PGRI PONTIANAK, menyayangkan hal seperti ini terjadi, harusnya penyelenggara pemilihan umum Presiden Mahasiswa itu konsisten dalam memberikan informasi agar tidak merugikan salah satu pasangan calon yang akan maju," katanya, Senin (15/4/2019) dirilis yang diterima Tribun.

Ia menjelaskan, Apabila terjadi ketidaknetralan dari panitia PPU IKIP PGRI Pontianak. Samion menegaskan, dirinya sangat kecewa sekali.

Karena kejujuran itu harus dimulai dari hal yang kecil. Dan pemilu Mahasiswa ini sepatutnya menjadi tolak ukur untuk belajar politik bersih dan mengedukasi, bukan malah sebaliknya.

Untuk itu, ia berharap kampus bisa mengatasi permasalah ini, agar tidak terjadi hal hal yang membuat kegaduhan atau polemik diantara Mahasiswa IKIP sendiri.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved