Pihak Korban Tunjukkan Fakta Baru, Adanya Upaya Perusakan Kelamin di Kasus Audrey Pontianak

Satu diantara kuasa hukum dan sahabat dekat ibundanya Audrey (14), Umi Kalsum membeberkan fakta-fakta baru terkait kasus pengeroyokan

Pihak Korban Tunjukkan Fakta Baru, Adanya Upaya Perusakan Kelamin di Kasus Audrey Pontianak
TRIBUNPONTIANAK/Destriadi Yunas Yumasani
Daniel Adward Tangkau (kanan) pengacara korban bersalaman dengan Deni Amirudin (kiri) pengacara pelaku usai bersama penyidik Polresta Pontianak, Bappas, dan Dinas Sosial membahas diversi di Mapolresta Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (11/4/2019) sekitar pukul 23.30 WIB. Pihak korban menolak diversi berupa sanksi sosial berupa pelayanan masyarakat dan mengajukan berlanjutnya proses hukum kasus penganiayaan siswi SMP di Kota Pontianak. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Pihak Korban Tunjukkan Fakta Baru, Adanya Upaya Perusakan Kelamin di Kasus Audrey Pontianak

PONTIANAK - Satu diantara kuasa hukum dan sahabat dekat ibundanya Audrey (14), Umi Kalsum membeberkan fakta-fakta baru terkait kasus pengeroyokan yang dilami korban dan saat ini sudah tiga tersangka ditetapkan pihak kepolisian.

Umi Kalsum,menjelaskan secara runut peristiwa yang menimpa korban mulai dari adanya penjemputan dirumah hingga terjadi perkelahian.

Awal mula, DE datang kerumah Audrey yaitu rumah mbahnya Audrey untuk menjemput dan naik motor sama-sama ketempat PP sepupu Audrey.

Saat itu, Audrey dijemput dengan dua motor, saat perginkerumah PP Audrey dibonceng satu motor, kemudian satu motornya lagi tanjal tiga yang merupakan rekan-rekan pelaku.

Baca: Cuaca di Kota Sanggau Hari Ini Cerah Berawan

Baca: Bagi Yang Belum Tahu, Ini Alamat Kantor KPU Kota Singkawang

Baca: BMKG Prediksi Curah Hujan Mulai Meningkat dan Titik Panas Berkurang

Baca: Audrey Pontianak - Tak Percaya Hasil Visum, Pihak Keluarga dan Kuasa Hukum Tunjukan Bukti Foto

Sampai kerumah PP, lantas PP langsung mengeluarkan motor dan Audrey pindah kemotor PP dan mereka berboncengan..

"Mereka dibawa ketempat lain, misalnya tujuan awalnya di lokasi A, tapi dilapangan mereka dibawa dilokasi B," jelas Umi Kalbasum.

Dijalan sulawesi itu, terjadi perkelahian atau berantem, selanjutnya Audrey serta PP menggunakan motor untuk lari dan dikejar hingga ke Taman Akcaya, disana mereka terlibat perkelahian lagi.

"Saat berantam di Taman Akcaya bahkan ada Satpam yang melerai dengan menyebut ei ei kenapa. Lalu mereka bubar dan pulang kerumah masing-masing," jelasnya.

Kemudian terkait adanya isu alat vital Audrey ducucuk oleh pelaku, Ia mengakui hal itu memang benar adanya.

"Audrey sendiri yang menyatakan dan saat itu ia menggunakan celana panjang dan lepis. Kemaluan dicucuk pakai pelaku, meskipun itu dari luar celana. Tapi bayangkan kalau pakai rok, itu niat apa itu?. Syukur Alhamdulillah pakai celana panjang dan jeans kalau pakai rok habis itu," tegasnya.

Selain mencoba menusuk alat vital korban, pelaku juga menjabak rambutnya dan membenturkan kepala di aspal.

"Kalau kita merasa terancam dan melawan tentu wajarlah kita mengamankan diri," tambahnya.

Pihaknya memang bersyukur kakau hasil visum tidak melukai selaput dara.
Tapi dengan bukti poto yang ada pihaknya menyakini ada penganiayaan berat dengan memar diperut, kaki, tangan dan bagian lainnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved