Audrey Pontianak - 7 Terduga Pelaku Sampaikan Permohonan Maaf

Kedua tidak ada perlakuan alat kelaminya ditusuk seperti itu, dan itu bukan berasal dari keterangan korban,

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Para pelaku dan saksi pengeroyokan AU (14) melakukan permintaan maaf dan klarifikasi terkait kasus pemukulan. 

7 Terduga Pelaku Sampaikan Permohonan Maaf

PONTIANAK- Sebanyak tujuh terduga pelaku penganiayaan terhadap AU (14), siswa SMPN di Pontianak menggelar press conference di Polresta Pontianak Kota, Rabu (10/4) sore.

Dalam kesempatan itu mereka mengucapkan permintaan maaf kepada korban.

Dari tujuh terduga pelaku penganiayaan yang masih berstatus siswi SMAN, tiga diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Sedangkan sisanya masih berstatus sebagai saksi.

Sebelum melakukan press conference, ketujuh anak perempuan terebut didampingi orangtuanya menjalani pemeriksaan di Polresta Pontianak.

Usai diperiksa, mereka langsung melakukan press conference.

Secara bergiliran mereka menyampaikan klarifikasi terkait kasus yang mencuat hingga memantik keprihatinan kepada korban AU.

Saat memberikan keterangan, tujuh siswa SMAN tersebut menggunakan masker.

Baca: Jokowi: Tindak Penganiaya Siswi Pontianak

Baca: Komitmen Kementrian KKP Maksimalkan Sumber Daya Alam di Kubu Raya

Mereka menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada korban.

Mereka juga tak menampik bahwa melakukan penganiayaan terhadap korban. Namun, menurut pengakuan mereka tidak sampai seperti apa yang tersebar di media sosial.

Mereka mengaku tertekan dan tersudutkan atas apa yang terjadi di media sosial.

Dimana semua orang menyebarkan foto wajah mereka, melontarkan kata-kata kasar, mengancam bahkan men-judge tanpa mengetahui duduk pangkal permasalahan sebenarnya.

"Kami membantah tuduhan dari para netizen yang mengatakan kami menganiaya korban pada bagian intim, membenturkan kepada korban ke aspal dan menyiramkan air. Itu semua tidak benar," ujar satu di antara tujuh terduga pelaku.

Mereka mengaku permasalahan awal, korban sering menyindir satu di antara mereka di media sosial.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved