Kapolsek Sinyalir Narkoba Jadi Penyebab Tingginya Kriminalitas di Pontianak Barat
Awal tahun, dalam periode Januari hingga Februari 2019 angka kriminalitas di wilayah hukum Polsek Pontianak Barat
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Madrosid
Kapolsek Sinyalir Narkoba Jadi Penyebab Tingginya Kriminalitas di Pontianak Barat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Awal tahun, dalam periode Januari hingga Februari 2019 angka kriminalitas di wilayah hukum Polsek Pontianak Barat cukup tinggi terutama pada kasus pencurian.
Tercatat ada 16 laporan tentang kasus pencurian, dimana 11 diataranya adalah kasus pencurian biasa, 1 pencurian dengan pemberatan (Curat), 1 pencurian dengan kekerasan (Curas), dan 3 kasus curanmor.
Tingginya angka pencurian tersebut, dinilai oleh Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Abdullah merupakan dampak dari narkotika, dan faktor ekonomi, sosial budaya masyarakat.
Baca: Peserta Zumba Mulai Berkumpul di Area Night Fun Run
Baca: Siti: Ingin Menguasai Teknologi, Bukan Dikuasai Teknologi
Baca: Hafiz/Gloria Kalah Dari Pasangan Wang/Huang dalam 2 Set Langsung, Tonton Live Streaming India Open
Kasus penganiayaan juga menjadi momok yang menempati urutan kedua selain pencurian di wilayah Pontianak Barat, dimana ada 2 laporan KDRT dan 3 laporan kasus pengeroyokan.
Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Abdullah menuturkan, beberapa kasus tersebut pemicunya adalah penyalahgunaan narkotika.
"Kebanyakan yang kita tangkap adalah mereka yang pengguna narkotika, jadi mereka mencuri untuk membeli barang haram itu," ujarnya Sabtu (30/3/2019).
Menurutnya, selain penyalahgunaan narkotika, masalah ekonomi dan sosial budaya masyarakat juga menjadi pengaruh terhadap tindak kiriminalitas disana.
Kompol Abdullah mengatakan, narkotika bukanlah solusi dalam menyelesaikan masalah.
"Narkotika itu cuma menghilangkan masalah sesaat saja, kalau sudah habis efeknya malah akan timbul masalah baru, untuk itulah, pengawasan orang tua sangat di perlukan dalam memperhatikan anaknya, agar terhindar dari bahaya narkoba," tuturnya.
Kemudian kata dia, kondisi keluarga yang kurang harmonis juga berpengaruh bagi pergaulan anak. "Misalnya keluarga yang broken home, juga akan berpengaruh pada pergaulan anak," imbuhnya.
Kompol Abdullag berharap, orangtua dapat memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya, selain itu orangtua juga berkewajiban medisiplinkan anak dan beragama agar terhindar dari kelakuan dan barang-barang yang tidak dibenarkan.
"Selama ini dalam patroli malam kita sering menjumpai para remaja dan anak-anak yang kumpul di salah satu tempat hingga larut malam," ungkapnya.
Dalam patroli malam, jika menemukan anak-anak seperti itu, Kompol Abdullah menuturkan pihaknya hanya memberikan sosialisasi dan menyuruh mereka pulang.
"Kita tidak ada mengamankan mereka, karena masih anak-anak dan remaja, kita suruh pulang saja, kadang ada yang lari duluan," tandasnya.