Indonesia Lawyers Club
ILC tvOne Selasa (19/3), Fadli Zon Anggap OTT Rommy Sebagai Kegagalan Era Presiden Jokowi
Ia menilai kegagalan ini bersifat sistemik lantaran OTT menjerat orang dekat yang selalu bersama dengan Presiden Jokowi di media mainstream
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jimmi Abraham
ILC tvOne Selasa (19/3), Fadli Zon Anggap OTT Rommy sebagai Kegagalan Era Jokowi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon menganggap kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Rommy sebagai kegagalan nyata dari Pemerintah Indonesia di era Presiden Joko Widodo.
"Kasus Rommy ini, hulunya adalah Presiden. Tidak punya ketegasan terhadap pembantu-pembantunya. Ini kegagalan nyata. Ini tidak bisa diabaikan begitu saja," ungkapnya saat program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne bertema OTT Romy, Ketua Umum PPP: Pukulan Bagi Kubu 01?", Selasa (19/3/2019) malam.
Ia menilai kegagalan ini bersifat sistemik lantaran OTT menjerat orang dekat yang selalu bersama dengan Presiden Jokowi di media mainstream maupun media sosial.
Baca: ILC tvOne Selasa (19/3), Nusron Wahid: OTT Rommy Bukan Pukulan Telak bagi Kubu 01
Baca: ILC tvOne Selasa (19/3), ICW Nilai Parpol Berada di Lingkaran Setan Korupsi Politik
Baca: ILC tvOne Selasa (19/3), Raja Dangdut Rhoma Irama Kenang Perjuangannya Bersama PPP
"Pak Jokowi dan Rommy adalah dua sejoli. Selalu bersama," imbuhnya.
Wakil Ketua Partai Gerindra itu menimpali kasus ini mencitrakan bahwa Presiden Jokowi tidak mampu menertibkan dan tunaikan janji-janji reformasi birokrasi guna menciptakan good governance dan clean governance.
Menurut dia, selama ini reformasi birokrasi hanya menjadi retorika politik saja.
Ini dilema yang harus dipecahkan. Orang-orang dari partai politik harus punya track record dan kapabilitas, terutama menteri.
Apalagi dalam kasus ini Kementerian Agama yang harusnya paling suci diantara kementerian lainnya.
"Karena ini menggerus masalah bukan hanya manusia saja, tapi juga Tuhan," terangnya.
Baca: ILC tvOne Selasa (19/3), KPK Bantah Romahurmuziy Jadi Target Operasi Sebelumnya
Baca: ILC tvOne Selasa (19/3), KPK Bantah Isi Surat Rommy yang Katakan dirinya DIjebak
Baca: Terungkap di ILC tvOne Selasa (19/3), 60 Persen Pelaku Korupsi dari Sektor Politik
Kasus ini juga menyiratkan ada leadership atau jiwa kepemimpinan yang salah dari Presiden sehingga membuka peluang-peluang korupsi.
Praktik-praktik seperti ini bukan hal baru, tapi sudah berkepanjangan.
"Jika Prabowo jadi Presiden, maka pemberantasan langsung dipimpin Presiden. Kalau sekarang ini kan seperti dagang sapi. Ada pembiaran dan jadi persoalan. Dulu ada koalisi tanpa syarat, ternyata nyatanya ada syarat dan menjadi transaksi politik. Hilirnya ke jual beli jabatan," tudingnya.
Fadli Zon memberikan apresiasi kepada OTT yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca: LIVE ILC tvOne Selasa (19/3), Jubir KPK Paparkan Secara Runut OTT Rommy
Baca: LIVE ILC tvOne Selasa (19/3), Karni Ilyas Sebut Korupsi Indonesia Stadium 4
Baca: LIVE ILC tvOne Selasa (19/3), Karni Ilyas Akui Sangat Terkejut OTT Jerat Rommy
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/wakil-ketua-dpr-ri-dari-gerindra-fadli-zon.jpg)