Indonesia Lawyers Club

ILC tvOne Selasa (19/3), ICW Nilai Parpol Berada di Lingkaran Setan Korupsi Politik

Di sisi lain, pendirian parpol dianggap begitu mahal. Itu belum dihitung dengan biaya operasional menjalankan parpol yang juga sangat mahal.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jimmi Abraham
(KOMPAS.com/Devina Halim)
Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018). 

ILC tvOne Selasa (19/3), ICW Nilai Parpol Berada di Lingkaran Setan Korupsi Politik

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menilai kondisi partai politik (parpol) berada dalam lingkaran setan korupsi politik.

Hal ini berkaca dari pola yang terus berputar dari economic capital menuju power capital, kemudian kembali lagi kepada economic capital.

Economic capital itu mengacu kepada orang kuat berduit yang menguasai parpol.

Ketika memiliki uang dan akses kepada parpol maka resultan yang dikejar adalah kapital secara politik.

Baca: ILC tvOne Selasa (19/3), Raja Dangdut Rhoma Irama Kenang Perjuangannya Bersama PPP

Baca: ILC tvOne Selasa (19/3), KPK Bantah Romahurmuziy Jadi Target Operasi Sebelumnya

Baca: ILC tvOne Selasa (19/3), KPK Bantah Isi Surat Rommy yang Katakan dirinya DIjebak

"Ketika itu sudah terjadi, maka ingin kembali ke economic capital, berputar terus seperti itu. Kita berada dalam lingkaran setan korupsi itu sendiri," ujarnya saat program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne bertema OTT Romy, Ketua Umum PPP: Pukulan Bagi Kubu 01?", Selasa (19/3/2019) malam.

Jika dilacak dan diurai siapa orang-orang kuat yang ada di organisasi politik saat ini, maka didapatkan kenyataan bahwa orang yang punya partai adalah orang-orang yang kuat secara kekuatan ekonomi.

"Ini termasuk partai baru," terangnya.

Di sisi lain, pendirian parpol dianggap begitu mahal. Itu belum dihitung dengan biaya operasional menjalankan parpol yang juga sangat mahal. 

ICW, terang dia, pernah lakukan riset bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Dari riset itu didapatkan data bahwa kebutuhan operasional parpol pertahun berada diangka sekitar Rp 200-250 Milyar. 

Baca:  ILC tvOne Selasa (19/3), 60 Persen Pelaku Korupsi dari Sektor Politik

Baca: LIVE ILC tvOne Selasa (19/3), Jubir KPK Paparkan Secara Runut OTT Rommy

Baca: LIVE ILC tvOne Selasa (19/3), Karni Ilyas Akui Sangat Terkejut OTT Jerat Rommy

"Itu hanya operasional saja, belum kampanye. Angka itu karena struktur parpol sampai ke provinsi dan kabupaten/kota," jelas Donal Fariz. 

Kondisi perlunya biaya besar dan mahal ini menjadi masalah bagi semua partai.

Imbasnya, tidak jarang membuat partai politik dikuasai oleh orang-orang kuat secara finansial.

"Itu bisa dibaca dari profil para ketua partai," imbuhnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved