Dengar Musik Terlalu Keras, Lebih Satu Miliar Orang Berpotensi Kehilangan Pendengaran

Namun mereka memperingatkan bahwa mendengarkan musik keras tidak aman dan bisa menyebabkan kerusakan pendengaran permanen.

Dengar Musik Terlalu Keras, Lebih Satu Miliar Orang Berpotensi Kehilangan Pendengaran
Ilustrasi
Suara keras picu gangguan pada pendengaran. 

Dengar Musik Terlalu Keras, Lebih Satu Miliar Orang Berpotensi Kehilangan Pendengaran

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Mendengarkan musik adalah salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidup.

Pakar kesehatan AS mengatakan mereka tidak ingin menghalangi anak muda dari pengalaman mengasikkan mendengarkan musik melalui headphone mereka.

Namun mereka memperingatkan bahwa mendengarkan musik keras tidak aman dan bisa menyebabkan kerusakan pendengaran permanen.

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) mengatakan tidak memiliki bukti meyakinkan bahwa 1,1 miliar orang berisiko mengalami masalah pendengaran.

Baca: Kisah Pilu Siswi SD dari Tempat Tidurnya hingga Meregang Nyawa, Gigitan Ular Kecil Berujung Maut

Baca: Persib Bandung Akan Terapkan Tiki-Taka ala Barcelona di Piala Presiden 2019

Namun, pejabat teknis WHO untuk pencegahan ketulian dan gangguan pendengaran Shelly Chadha mengatakan angka itu berdasarkan studi yang dilakukan empat tahun lalu.

Studi itu, menurut Chadha berfokus pada kebiasaan anak muda dan volume suara yang umumnya mereka dengarkan.

Ia mengatakan informasi ini sangat berharga dalam mencari solusi untuk mencegah gangguan pendengaran.

"Jadi, upaya kami melalui standar ini sebenarnya memberdayakan pengguna untuk membuat pilihan dan keputusan mendengarkan yang tepat dan baik untuk mendengarkan dengan aman atau berisiko terkena gangguan pendengaran dan tinnitus kelak," kata Shelly Chadha.

Rekomendasi utama untuk mendengarkan musik dengan aman termasuk memiliki perangkat lunak pada perangkat audio pribadi yang mengukur berapa lama dan seberapa keras pengguna mendengarkan musik.

Baca: Hasil Akhir PSM Vs Home United, Klasemen Grup H dan Video Gol-gol Laga Home United Vs PSM Makassar

Baca: Real Madrid Vs Barcelona, Akankah Kutukan Lionel Messi di El Clasico Copa del Rey Berakhir?

Mereka juga mengimbau sistem pengurangan volume otomatis pada telepon cerdas dan perangkat lain, serta kontrol volume oleh orang tua.

Badan-badan PBB berharap pemerintah dan produsen akan melaksankan standar yang disarankan, karena gangguan pendengaran yang melumpuhkan akan meningkat secara signifikan di tahun-tahun mendatang.

WHO dan Persatuan Telekomunikasi International (ITU) melaporkan 466 juta orang mengalami cacat pendengaran tersebut, sebagian besar di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Diperkirakan jumlahnya akan meningkat menjadi lebih dari 900 juta orang pada tahun 2050.

Badan-badan tersebut mengatakan separuh dari semua kasus gangguan pendengaran bisa dicegah melalui langkah-langkah kesehatan masyarakat. (*)

Editor: Ishak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved