Dihari Ketiga Menjalankan Tugasnya, PH Launching Pembacaan Meter Air Pelanggan PDAM Berbasis Andorid

Dihari ketiga menjalankan tugasnya, Bupati Sanggau, Paolus Hadi melaunching pembacaan meter air pelanggan PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Bupati Sanggau, Paolus Hadi didampingi Direktur PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau, Yohanes Andriyus Wijaya, Kabag Ekon Setda Sanggau dan yang lainya saat mengecek hasil foto meteran PDAM di Rumdin Bupati Sanggau, Rabu (20/2/2019). 

Dihari Ketiga Menjalankan Tugasnya, PH Launching Pembacaan Meter Air Pelanggan PDAM Berbasis Andorid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Dihari ketiga menjalankan tugasnya, Bupati Sanggau, Paolus Hadi melaunching pembacaan meter air pelanggan PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau dengan digitalisasi berbasi android di Rumah Dinas Bupati Sanggau, Rabu (20/2/2019).

Hadir juga Direktur PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau, Yohanes Andriyus Wijaya, Kepala Bappeda Sanggau, Kukuh Tryatmaka, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Perumahan, Rodie Sanen, Kasat Sabhara Polres Sanggau, AKP GB Siregar, Kabag Ekonomi Setda Sanggau, Eka Pria Saputra, sejumlah pegawai PDAM Tirta Pancur Aji Sanggau dan undangan lainya.

Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyampaikan, dengan adanya program ini, tentunya memudahkan petugas, jadi tidak perlu menunggu rekapitulasi baru dibawa ke kantor.

“Belum lagi hari hujan misalnya, tidak bisa membawa kertas. Kalau inikan menggunakan HP, karena begitu dia foto, sudah langsung masuk ke sistem, ” tuturnya.

Baca: Pontianak Miliki 10 Armada Bus Trans Pontianak, Layani Rute Terminal Ambawang ke Dalam Kota

Baca: Peralatan Makeup Harus Diganti Karena Bisa Kedaluwarsa, Ikuti 2 Cara Ini Sebelum Menggantinya!

Baca: Pertamina Sosialisasikan Program Berkah Energi Pertama di Imlek dan Cap Go Meh 2019

Selain itu, yang utama adalah, percepatan pelayananya. Cuman masih ada verifikasi, apalagi sebelumnyakan manual. “Jangan-jangan, kok tercatat hari ini 5000 padahal sebelumnya hanya 3000, inikan harus dipastikan. Saya minta setelah ini, begitu di foto, begitu dilihat administrasinya segala macam, langsung bisa balek ke pelanggan, dia lihat bahwa dia bayar sekian, ” ujarnya.

“Tapi belum sampai kesana ini. Sistemnya baru bagaimana dia mencatat melalui pemotoan ini dan lengkap. Kan pasti terlihat tanggal dan segala macam, kelebihanya langsung tershere ke servernya di PDAM, sehingga tidak lagi nunggu rekapitulasi sebulan baru dibawa kesana, ” tmabahnya.

PH sapaan akrabnya menambahkan, yang perlu ditindaklanjuti PDAM adalah, memastikan dan perlu banyak penyesuaian karena kesesuain data reel dengan apa yang pernah dicatat secara manual masih harus diverifikasi.

“Makanya saat ini mereka tidak bisa jawab. Kalau lihat di catatan saya tadi (kilometer) Rp 6 juta bayarnya. kalau bulan kemarin catatanya dibawah ini, harus disesuaikan. Sesuai dengan akhir ini. Saya melihat inovasi ini bagus, karena setelah difoto datanya langsung dishere, ” ujarnya.

Untuk itulah, PH berpesan kepada pelanggan agar tidak kaget dengan sistem ini. “Misalnya sekarang tercatat yang akhir ini dan sudah dengan bukti kuat ini, ternyata dulunya hanya gunakan 1000, tapi tidak pernah dibayar 1000. Dan sekarang tercatatnya menambah angkanya. Nanti pasti akan ada verifikasi dari PDAM dan bijak gunakan air. Jangan asal-asal gunakan air, ” tegasnya.

Bagi yang nunggak pembayaran, lanjutnya, tentunya sudah ada aturan dari PDAM. “Kalau sudah diperingatkan satu sampai tiga kali, dia harus bayar, kalau tidka bayar ya putus. ” Pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved