Hermanus Apresiasi Keberadaan Rumah Pintar Pemilu di Kubu Raya
Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus mengapresiasi keberadaan Rumah Pintar Pemilu (RPP) “Layar Meretas” Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kubu Raya
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Madrosid
Hermanus Apresiasi Keberadaan Rumah Pintar Pemilu di Kubu Raya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus mengapresiasi keberadaan Rumah Pintar Pemilu (RPP) “Layar Meretas” Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kubu Raya.
Menurutnya, Rumah Pintar Pemilu atau RPP sangat strategis sebagai sarana informasi yang terkait dengan upaya pendidikan politik kepada masyarakat.
"Melalui keberadaan RPP ini mudah-mudahan dapat menjadi sebuah media, terutama bagi masyarakat untuk bisa memperoleh akses informasi tentang kepemiluan maupun sistem bernegara di Indonesia," ujar Hermanus saat menghadiri peresmian RPP Layar Meretas di Kantor KPU Kabupaten Kubu Raya di Jalan Adi Sucipto KM. 15,2 Kabupaten Kubu Raya, Senin (4/2).
Menurutnya RPP sangat penting karena memberikan gambaran dan informasi kepada masyarakat khususnya tentang bagaimana aktivitas kepemiluan yang berlangsung di Indonesia. Terlebih dengan sejarah pemilu di Indonesia sudah cukup panjang, yakni sejak tahun 1955 silam.
Baca: Antisipasi Munculnya Korban Jiwa, Polsek Belitang Hilir Razia Penjual Petasan
Baca: Launcing Single Terbaru Shes Bro dan Pemutaran Film Rumah Kita Documentary
Baca: Kisah Dibalik Pembuatan Film Rumah Kita Documentary Movie, Anak Berkebutuhan Khusus di Terentang
"Mungkin masih banyak masyarakat yang belum memahami sejak kapan Indonesia melaksanakan pemilu. Karena itu, data-data yang ada berkaitan dengan hal-hal tersebut tentunya juga akan dapat diakses oleh masyarakat dengan cara berkunjung ke RPP ini," lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya diakuinya sangat menyambut baik keberadaan RPP. Terlebih RPP berada di lokasi yang strategis yakni di jalur perlintasan masyaraka
"Diharapkan dengan adabya RPP akan menarik perhatian dan memudahkan warga untuk berkunjung. Mudah-mudahan dengan adanya RPP ini juga bisa berkontribusi bagi peningkatan angka partisipasi pemilih," katanya
Menurutnya di 2019 tugas berat penyelenggaraan pemilu diantaranya mencapai target tingkat partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen secara nasional. Beban tersebut, menurut dia, seharusnya tidak hanya dipikul oleh penyelenggara pemilu.
"Masyarakat pun harus berpartisipasi dalam membantu meningkatkan angka partisipasi pemilih. Mudah-mudahan dengan adanya RPP ini dapat semakin mendongkrak dan meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu 2019 nanti. Sekarang pemerintah sudah menargetkan 77,5 persen, waktu yang tersisa sekitar 72 hari ini mudah-mudahan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk bagaimana bisa menyukseskan pemilu tanggal pada 17 April nanti," tuturnya
Karena itu ia berharap KPU bersama pihak terkait lainnya memberikan perhatian khusus pada upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Diantaranya terkait pemilihan yang akan dilakukan, di mana pemilih akan memilih anggota dewan legislatif DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan presiden-wakil presiden.
Baca: Capai Panen 5 Ton per Hektar, Bupati Rupinus Apresiasi Kelompok Tani Baru Bersama
Baca: Inisiator Kelompok Belajar Anak Berkebutuhan Khusus, Merpati Prihatin Kondisi ABK di Terentang
Baca: Jelang Perayaan Imlek, Suharyanto: Pastikan LPG Subsii Aman
"Potensi kebingungan pemilih dalam menghadapi kompleksnya pemilu April nanti harus segera diantisipasi. Terkadang masyarakat masih belum mampu membedakan mana-mana yang dipilih. Meskipun nanti ada penandanya berupa kertas suara dengan warna berbeda-beda. Apalagi nanti tidak ada gambar kecuali untuk DPD dan presiden, nah, ini yang juga harus disampaikan," katanya.
Selain meningkatkan partisipai ia juga berharap para pemilih juga nantinya dapat menggunakan hak pilih di bilik suara dengan tepat.
"Betul-betul mencoblos pada tempat yang sudah ditentukan. Jangan sampai salah tempat dalam mencoblos sehingga keliru dalam memakai hak pilihnya. Ini menjadi tugas kita bersama, jadi fungsi RPP tidak saja media informasi kepemiluan secara umum, tapi terpenting juga adalah bagaimana partisipasi pemilih meningkat dan surat suara yang dicoblos tidak ada yang rusak akibat salah pakai," pungkasnya.