Berita Video

Penjelasan Mohamad Nasir Mengenai Dana yang Dibutuhkan untuk Pembangunan Gedung 7 in 1 Untan

M. Nasir juga mengatakan terdapat beberapa gedung yang mangkrak diberbagai universitas di seluruh Indonesia.

Penjelasan Mohamad Nasir Mengenai Dana yang Dibutuhkan untuk Pembangunan Gedung 7 in 1 Untan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK- Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti RI), Mohamad Nasir mengatakan dana yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan gedung 7 In 1 di setiap Universitas untuk satu paket sekitar Rp.1.7 Triliun sampai Rp. 2.8 triliun.

Pembangunan gedung baru 7 in 1 Untan yang sudah dikerjakan pembangunannya mulai dari tahun 2017 akhir. Dengan target 11 bulan selesai namun baru bisa diresmikan sekarang, Jumat (18/1/2019).

"Kalau total yang ada di paket pembangunan 7 in 1 dananya sekitar Rp.1.7 triliun sampai Rp 2.8 triliun. Kalau untuk bangunan gedung yang 4 in 1 sekitar Rp.1.4 triliun sampai Rp.1.5 triliun.

Baca: Mohamad Nasir Resmikan Gedung Baru Untan, Tonton Videonya

Baca: Mohamad Nasir Resmikan Gedung Baru Untan

Baca: Faisal Riza : Tindakan Pencegahan Oleh Bawaslu Sekadau Cukup Baik

Adapun bangunan yang didirikan di pembangunan gedung baru 7 in 1 Untan adalah Perpustakaan Modern satu unit, Satu unit laboratorium terpadu empat lantai, satu unit gedung tiga lantai, gedung tiga lantai untuk gedung serbaguna, kemudian dua unit classroom dengan tiga lantai.

M. Nasir juga mengatakan terdapat beberapa gedung yang mangkrak diberbagai universitas di seluruh Indonesia.

"Namun ada beberapa gedung mangkrak yang sudah kita selesaikan melalui dana sebelumnya," ujar M. Nasir.

Ia mengatakan akan menargetkan untuk menyelesaikan segera beberapa gedung yang mangkrak pembangunannya.

"Kami baru mendapatkan dana sebesar Rp.1.7 triliun untuk selesaikan beberapa gedung mangkrak yang ada di beberapa Universitas," ujarnya.

Setelah M. nasir menjabat ia menghitung ada sekitar 122 Universitas Negeri di Indonesia yang bangunannya mangkrak.

Bahkan ada satu kampus yang mangkrak bangunannya sebanyak 14 gedung.

"Penyebabnya karena dia mendapatkan bantuan dari daerah untuk pembangunan satu gedung ternyata tidak selesai, terus mengajukan yang baru lagi dan tidak selesai lagi," ujarnya.

Akibat dari hal tersebut semua bangunan mangkrak.

Namun untuk dana sebesar Rp 1.7 triliun masih kurang dan harus ada dana sebesar Rp 2.7 triliun untuk menyelesaikan bagunan 7 in 1. Lalu dana sebesar Rp.1.5 untuk menyelesaikan 4 gedung.

Jika ada kekurangan berikutnya akan adalagi tambahan.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved