HUT RSU Santo Antonius, Uskup Agung Mgr. Agustinus Agus Sarankan Tak Boleh Puas Dengan Pelayanan

Bagi saya pribadi lanjutnya, bukan hanya mampu bertahan saja, tapi bagaimana agar pelayanan bisa lebih maksimal dan ditingkatkan lagi.

HUT RSU Santo Antonius, Uskup Agung Mgr. Agustinus Agus Sarankan Tak Boleh Puas Dengan Pelayanan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya' M Nurul Anshory
Direktur Utama RSU Santo Antonius, dr. Gede Sanjaya, Sp.OT bersama Uskup Agung Mgr. Agustinus Agus pada acara HUT ke 90 RSU Santo Antonius, Minggu (13/1/19). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ya' M Nurul Anshory

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Dalam acara peringatan HUT RSU Santo Antonius, sekaligus perayaan Natal dan Tahun Baru, Uskup Agung Mgr. Agustinus Agus berpesan kepada ribuan peserta khususnya karyawan RSU Antonius agar tak mudah puas dengan pelayanan, Minggu (13/1/2019) malam.

Acara meriah yang digelar di Qubu Resort, Jl Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya itu menjadi kesempatan bagi Uskup Agung Mgr. Agustinus Agus untuk memotivasi para karyawan RSU Santo Antonius.

Uskup Agung Mgr. Agustinus Agus mengatakan bahawa ia beryukur atas perayaan Natal dan HUT RSU Santo Antonius ke 90 sekaligus juga merayakan tahun baru 2019 bersama.

Baca: Tiket Pesawat Mahal, Mahasiswi Polnep Gagal Berangkat Liburan

Baca: Gelar Razia di Perbatasan, Ini Tujuan dan Harapan Polsek Puring Kencana

Baca: Ribuan Orang Hadiri HUT RSU Santo Antonius, Dr Gede Sanjaya Sebut Tahun 2019 Tantangan Semakin Berat

"Kita tidak boleh puas dalam pelayanan, kita harus ambisi, agar menjadi lebih baik dari yang lain, ada atau tidak orang lain kita harus siap menjadi yang terdepan," ujar Uskup Agung Mgr. Agustinus Agus.

Saya bersukur kata dia, bisa merayakan natal disini sebab tuhan masih mencintai kita, saya juga bersyukur selama 90 tahun RSU Santo Antonius masih mampu bertahan untuk melayani kita.

Bagi saya pribadi lanjutnya, bukan hanya mampu bertahan saja, tapi bagaimana agar pelayanan bisa lebih maksimal dan ditingkatkan lagi.

"Sekarang banyak masalah yang sering kita dengar, termasuk BPJS kesehatan misalnya, ternyata orang kalau pakai BPJS tidak dilayani dengan baik dan sebagainya," ujarnya.

Sebenarnya kata dia lagi, di RSU Santo Antonius juga tidak sempurna, kadang perawat di situ juga melakukan kekhilafan, contoh kalau ada yang kasi uang akan dilayanai lebih dulu dan sebagainya, hal seperti itu saya akui masih terjadi.

"Bagaimana kita bisa melakukan pelayanan maksimal kalau diri kita sendiri tidak bersih, para pekerja meminta gaji yang tinggi, namun pemasukan masih kurang, bagaimana pemasukan tidak kurang kalau pelayanan kita kurang baik," imbuhnya.

Hal seperti itu menurutnya saling berkaitan, secara keseluruhan sampai hampir satu abad ini RSU Santo Anonius, masih tetap bertahan dan eksis, "namun bukan berarti kita terbuai dengan apa yang telah dicapai," pungkasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved