Gubernur Midji Sebut Bakal Bangun Sentra Buah di Kalbar Tak Jauh Dari Pusat Kota

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menuturkan jika pihaknya akan membuat sentra buah yang tidak jauh dari pusat Kota di Kalbar

Gubernur Midji Sebut Bakal Bangun Sentra Buah di Kalbar Tak Jauh Dari Pusat Kota
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Gubernur Kalbar H Sutarmidji. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalbar, Sutarmidji menuturkan jika pihaknya akan membuat sentra buah yang tidak jauh dari pusat Kota di Kalbar.

Hal ini menyusul produksi buah durian Kalbar yang dianggapnya terbaik di Indonesia

"Durian itu untuk Kalbar, durian terbaik di Indonesia itu ada di Kalbar, kecuali durian pelangi dia di Irian, durian pelangi belum begitu ke masyarakat. Di Kalbar itu sekarang ini diluar jarum mas, kita punya 12 variates unggul dari segala aspek dan kita sudah kaji, Serombut, Sinku, Ilok, Yoma, Plakin, Yorens, Balening, Giorpi, Kulak, Raut Emas, Raja Udang, Lintau," katanya, Sabtu (12/01/2019).

Baca: Update Cuaca Ketapang Masih Diguyur Hujan Sejak Pagi

Baca: Kanit Binmas Polsek Semparuk Beri Pembinaan Pada Anggota Paskibra

"Kita berharap kedepannya Kalbar betul-betul menjaga buah lokal yang tumbuh menjadi hutan durian seperti di Balai Karangan Sanggau. Jangan sampai durian kita diekspor orang dengan nama mereka, kita harus ada pemodal yang untuk itu," harapnya.

Selain itu, Wali Kota Pontianak dua periode ini juga berharap agar varian produk durian tidak terpaku hanya pada lempok dan juga tempoyak. Namun bisa lebih variatif untuk dipasarkan.

"Kemudian yang untuk jenis-jenis lain durian hutan, harusnya tidak hanya lempok, tidak hanya tempoyak, tapi apa sih yang bisa seperti aloevera sudah ada 30 lebih turunan industrinya, durian juga gitu, kulitnya juga bisa dibuat untuk apa gitu," bebernya.

"Saya sangat suka Kalbar berkebun kita sosialisasikan terus, karena tanaman buah kedepan prospeknya sangat bagus, karena pasti dimakan orang. Kita akan cari, buat sentra dimana disitu orang berkunjung ke kawasan itu hanya untuk menikmati buah kemudian dia pulang, akan kita buat, dekat-dekat kotelah, karena pembelinya pasti di kote," katanya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved