Soft Launching Keputren Amantubillah Nusantara, Ratu Kencana Wangsa Coba Hidupkan Kembali Keputren
Oleh sebab itu, dirinya menghendaki Keputren ini untuk hidup kembali, khususnya di Keraton Amantubillah Mempawah.
Penulis: Ferryanto | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan wartawan Tribun Pontianak Ferryanto
TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Keraton Amantubillah Mempawah telah mengadakan ritual adat Toana, dan secara resmi telah memberikan gelar kebangsawanan kepada 25 orang yang di anggap telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Mempawah, dan Kalimantan Barat. Rabu (09/01/2019).
Selain memberikan gelar kebangsawanan, pada kesempatan ini, Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim bersama sang istri yakni Ratu Kencana Wangsa Dr. Ir. Arini Mariam melakukan soft launching Keputren Amantubillah Nusantara.
Baca: Keraton Amantubillah Mempawah, Gelar Ritual Toana, berikan Gelar Kebangsaan pada 25 orang.
Baca: Zakat Profesi di Mempawah Turun, Pemkab Bakal Terapkan Auto Debet
Baca: Dua Kios di Kawasan Kapuas Indah Dilahap Api, Inilah Dugaan Penyebab Kebakaran
Ratu Kencana Wangsa menjelaskan, bahwa dalam sejarahnya Keputren merupakan sebuah badan organisasi kerajaan.
"Kalau Keputren pada dasarnya adalah semua kerabat yang berhubungan dengan kerajaan yang dari keputrian, dan semua kegiatan nya segala kegiatan yang berhubungan dengan putri, dari masalah sosial, masalah ekonomi, mendayagunakan perempuan, bagaimana perempuan mempunyai skill, kamampuan, sampai juga terkait Maslah ketuhanan,"paparnya.
Oleh sebab itu, dirinya menghendaki Keputren ini untuk hidup kembali, khususnya di Keraton Amantubillah Mempawah.
"Makanya saya fikir, aspek yang luas itu, kenapa enggak kita hidupkan lagi Keputren nya. Jadi di Keraton - keraton Melayu sudah lama tidak di hidupkan, dulu di Keraton Amantubillah Mempawah ini ada, mungkin tidak secara leterleg dinamakan Keputren, namun kegiatan nya Keputrian,"tuturnya.
"Jadi seperti di jaman Ratu Mas, ratu mas itu merajut, memasak, dan segala macam keterpiln perempuan, di ajarkan di masyarakat sekitar, jadi sekarang kita di lembagakan, ada bagian dari Organisasi kerajaan"imbuhnya.
Kegiatan di organik Keputren ini pun nantinya akan mencakup berbagai bidang.
"Nanti kegiatan - kegiatan dari kemasyarakatan, sampai Kegiataan kebangsaan, budaya, jadi kegiatan nya luas, maka kenapa saya perlu banyak pihak mendukung ini. Untuk sepaya mereka bisa mendukung dan merasa bagian dari kita maka kita angkat dulu mereka sebagai pangeran,"terang nya
Iapun mengajak seluruh raja - raja untuk bersama - sama bergorong royong mengusung suatu visi kebangsaan untuk membangun bangsa Indonesia.
Untuk sementara ini, kegiatan Keputren Amantubillah akan di pusatkan di Keraton Amantubillah Mempawah, namun kegiatan pertama yang akan beroperasi secara aktif akan dilaksanakan di Puri Ubud pulau Bali.