Keraton Amantubillah Mempawah, Gelar Ritual Toana, berikan Gelar Kebangsaan pada 25 orang.

Dalam rangka mempererat hubungan dengan berbagai lini masyarakat, serta menambah hubungan kekerabatan.

Keraton Amantubillah Mempawah, Gelar Ritual Toana, berikan Gelar Kebangsaan pada 25 orang.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Suasana Rangkaian Ritual Adat Toana di Keraton Amantubillah Mempawah. Rabu (09/01/2019). 

Laporan wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Dalam rangka mempererat hubungan dengan berbagai lini masyarakat, serta menambah hubungan kekerabatan.

Keraton Amantubillah Mempawah, di bawah kepemimpinan Pangean Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, bertempat di Keraton Amantubillah Mempawah, yang terletak di kelurahan pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur, mengadakan ritual Adat Budaya Toana, serta memberikan gelar kebangsawanan kepada 25 orang, Rabu (09/01/2019).

Ritual adat Toana di Keraton Amantubillah Mempawah berjalan dengan khidmat, ritual sakral ini di ikuti oleh kerabat kerjaan serta tamu undangan yang mendapatkan gelar kebangsawanan dari Keraton Amantubillah.

Baca: Resep Ayam Goreng Mentega, Siapa Sangka Ternyata Cara Membuatnya Mudah Banget!

Baca: Hadiri Acara Harmony Award, Kapolda Didi Ajak Semua Pihakk Jaga Kerukunan

Ritual Adat Toana ini sendiri, terdiri dari serangkaian adat kegiatan, pertama ketika para tamu undangan hadir, di halaman keraton, mereka di suguhkan dengan pertunjukan pencak silat.

Yang mana, terdapat 2 orang pesilat yang bermula saling berbalas pantun, dan kemudian di lanjutkan dengan menunjukan aksi pencak silat menggunakan tangan kosong yang kemudian menggunakan senjata tradisional yakni Badik.

Selanjutnya, sebelum kedalam keraton, tamu undanganpun di sambut dengan tarian sekapur sirih oleh 3 orang penari, yang kemudian acara di lanjut kan dengan makan bersama.

Setelah itu, barulah rangkaian ritual inti adat Toana ini dimulai.

Pada suatu rangkaian, terdapat bagian dimana seluruh undangan yang akan di beri gelar di suguhkan makanan berbagai jenis dalam satu nampan, yang terdiri dari Potongan Daging ayam, Ikan, Telur, Ketan berwarna Warni, Pisang, dan Air Kelapa.

Kemudian, pada bagian penutup, terdapat pula pembacaan doa dengan berbagai bahasa daerah, Melayu, Tionghoa, Dayak, bahkan pada kesempatan ini pihak keraton juga membaca doa dalam bahasa Jin.

Penulis: Ferryanto
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved