Pileg 2019

Santo Dorong KPU dan Bawaslu Lebih Intensif Edukasi pada Pemilih Milenial

Lebih dari 35 persen pemilih dalam DPT Kota Singkawang merupakan generasi muda yang terlahir antara tahun 1980an sampai 2000.

Santo Dorong KPU dan Bawaslu Lebih Intensif Edukasi pada Pemilih Milenial
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Presidium Forum Komunikasi Mahasiswa Kota Singkawang, Santo Satriawan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang memetakan generasi milenial menjadi kategori pemilih paling besar jumlahnya dalam Pemilu 2019 berdasarkan klasifikasi usia daftar pemilih tetap (DPT).

Lebih dari 35 persen pemilih dalam DPT Kota Singkawang merupakan generasi muda yang terlahir antara tahun 1980an sampai 2000.

Berdasarkan klasifikasi usia yang kami (KPU) petakan, pemilih dalam DPT Kota Singkawang itu jumlah terbesar yakni generasi milenial, lebih dari 35 persen.

Baca: Gunakan Konstruksi IPAL, Pembangunan di Mekar Jaya Telan Dana Rp 500 Juta

Baca: IAIN Pontianak Akreditasi B, Syarif: Ini Merupakan Anugerah dan Hadiah Terindah

Pemilih dengan klasifikasi 20 tahun ke bawah ada 10,4 persen, usia 21-30 tahun ada 25 persen.

Belum lagi klasifikasi usia 31-40 tahun, karena di sebagian usia ini masuk kategori milenial, maka jumlah pemilih generasi milenial itu hampir mendekati 40 persen.

Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Kota Singkawang, Santo Satriawan mengatakan, jika dilihat dari data yang diberikan oleh Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Kota Singkawang memang benar bahwa pemilih milenial adalah sebagai penentu kemenangan pemilu jika dilihat dari jumlah banyaknya pemilih yang diklarifikasi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Baca: Baca Kitab Suci Sebelum Belajar, Sabhan : Ini Untuk Mewujudkan Sambas Yang Berakhlakul Karimah

Baca: Tersandung Kasus Narkoba, Oknum Pol PP Kayong Utara Ditangkap Polisi

"Kami berharap kepada KPU dan Bawaslu lebih intensif melakukan edukasi melalui sosialisasi kepada pemilih milenial agar lebih paham menggunakan hak pilih mereka dan larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan selama masa tenang ataupun kampanye selama Pemilu," katanya, Rabu (9/1/2019).

Ia mengajak pemilih milenial untuk mengunakan hak suara sebaik-baiknya dengan hati nurani dan penilaian objektif untuk masa depan daerah yang jauh lebih baik.

Politik hanyalah cara dan masyarakat sebagai rakyat adalah pemain sesungguhnya.

Gunakanlah hak suara politik untuk kepentingan bersama. Sebagai generasi milenial jangan sampai menjadi alat untuk menyebarkan hoaks ataupun isu SARA selama tahun politik ini sehingga Pemilu tetap berjalan aman dan damai. "Kita semua adalah saudara," ajaknya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved