Masuki Masa Pensiun, Abdul Manaf Berikan PR Pada Sutarmidji Untuk Dipertimbangkan 

"Saya sudah memberikam masukan dan harapan pada Pak Gubernur Kalbar, kalau saat ini masih dibutuhkan beberapa langkah lagi," ucap Abdul

Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Abdul Manaf Mustafa poto bersama dihapadan pada para ASN dilingkungan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tepat 35 tahun Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Abdul Manaf Mustafa mengabdikan dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), sejak 1982.

Tak terasa, pertanggal 1 Januari 2019, ia akan masuk masa purna tugas. Gubernur Kalbar, Sutarmidji melepas langsung perpisahan tersebut. 

Baca: Kisruh Pencopotan M Zeet Usai, Sutarmidji Segera Lantik Pj Sekda Kalbar

Baca: Abdul Manaf Mustafa: Sutarmidji Gubernur Pertama Hadir di Kantor Dinas Pangan 

Baca: Gubernur Sutarmidji Sampaikan Belasungkawa untuk Ifan Seventeen, Minta Terus Berkarya Usai Tsunami

Abdul Manaf Mustafa, sejak 2004-pensiun menduduki posisi kepala dinas meskipun namanya sering berubah-ubah. Ia telah menjadi kepala dinas pada empat gubernur yang berbeda, mulai dari Usman Jafar, Cornelis, Pj Gubernur, Dodi Riyadmadji dan Saat ini Gubernur, Sutarmidji

Saat berpamitan, lantaran ia akan pensiun, Abdul Manaf menuturkan masih banyak hal yang seharusnya dilakukan untuk memajukan Kalbar dan ia hanya memberikan masukan dan pesan pada Gubernur Kalbar, Sutarmidji agar mempertimbangkannya. 

"Saya sudah memberikam masukan dan harapan pada Pak Gubernur Kalbar, kalau saat ini masih dibutuhkan beberapa langkah lagi," ucap Abdul Manaf saat diwawancarai, Kamis (27/12/2018).

Satu diantara yang dibutuhkan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar adalah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) tentang pengawasan mutu pangan. 

Saat ini disebutnya seperti ketahui bersama, dipasar-pasar banyak buah-buahan, sayur-sayuran dan lainnya belum terawasi dengan baik dan maksimal. 

Sedangkan untuk produk peternakan dan perikanan, Kalbar termasuk yang terbaik. Kemudian Abdul Manaf  meminta setelah ia masuk purna tugas, harus dipikirkan oleh Gubernur Kalbar ada rumah sakit hewan, karena kelihatan sekarang masyarakat setempat dengan hewan kesayangan sudah tumbuh. 

"Saat ini ada beberapa pengusaha atau masyarakat yang punya kucing, anjing dan hewan peliharaan lainnya, saat mau keluar kota maka mereka kebingungan menitipkannya dimana. Memang ada dokter hewan yang membuka praktek, tapi sarana mereka terbatas," tambahnya. 

Hewan  sama perihalnya manusia, kalau mereka sakit maka perlu dirawat dan saat ini belum ada alat lengkapnya. 

"Saya minta juga pada Pak Gubernur, kalau bisa diterapkan BBSA, yaitu makanan lokal yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman. Sehingga mengurangi konsumsi gandum, beras dan pangan impor lainnya," ucap Abdul Manaf memberikan PR pada Sutarmidji

Misalnya buah sukun disebutnya, itu bisa diterapkan, misalnya setiap rapat dinas dan usahakan makanan lokal karena sangat banyak manfaatnya bagi daerah.

"Pertama pertanian kita bisa maju, UMKM kita maju, bahkan negara kita, lantaran makanan lokal tidak perlu impor dari luar lagi. Saat ini memang beberapa agenda di Kantor Gubernur, selama Pak Midji, sudah mulai memakan makanan lokal," pungkasnya. 

Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved