Sidiq Handanu Sebut Perbandingan Antara Permintaan dan Ketersediaan Darah di PMI Hampir Seimbang

Sidiq mengatakan upaya upaya semacam ini memang terus didorong, dalam rangka k imensosialisasikan pentingnya donor darah kepada masyarakat.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya' M Nurul Anshory
Ketua UTD PMI Kota Pontianak, dr. Sidiq Handanu saat meyambangi pendonor darah, Minggu (16/12/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ya' M Nurul Anshory

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Pontianak, dr Sidiq Handanu selaku Ketua Unit Transfusi Darah PMI Kota Pontianak mengatakan tahun 2018, perbandingan antara jumlah permintaan darah dan ketersediaan darah di UTD PMI Kota Pontianak sudah mendekati 95%, Minggu (16/12/2018) pagi.

Dijumpai tribunpontianak.co.id, Sidiq mengatakan sangat mendukung kegiatan donor darah yang di selenggarakan oleh Komunitas Darah AB dan Palang Merah Indonesia (PMI) di Jl Putri Dara Hitam, Minggu (16/12/2018) pagi.

Baca: Komunitas Darah AB Melakukan Kegiatan Donor Darah, Ada Doorprize Loh

Baca: Serly Berjuang Untuk Lolos Skuad Futsal Pra PON Kalbar

"Kita memang sangat mendukung kegiatan seperti ini, di Kota Pontianak ini memang ada komunitas-komunitas donor darah baik yang umum maupun khusus, salah satunya Komunitas Donor Darah AB yang kita sering kesulitan mendapatkannya," tuturnya.

Sidiq mengatakan upaya upaya semacam ini memang terus didorong, dalam rangka mensosialisasikan pentingnya donor darah kepada masyarakat.

"Kegiatan ini bertujuan memperbanyak lagi pendonor-pendonor darah untuk memenuhi kebutuhan stok darah di UTD PMI Kota Pontianak," tuturnya.

Sehingga kata Sidiq, darah itu sewaktu waktu bisa diperoleh di PMI saat dibutuhkan, tidak perlu menunggu waktu yang lama.

Artinya setiap hari kata Sidiq, di UTD PMI Kota Pontianak itu tersedia darah-darah yang dibutuhkan.

"Dalam waktu-waktu tertentu memang ada darah yang harus di proses dalam keadaan darah segar, misalnya trombosit, itu tidak bisa di ekstrak dari darah yang lama," jelasnya.

Sidiq mengatakan lagi bahwa mereka memang belum melakukan persediaan darah trombosit, karena trombosit ini lebih cepat rusak.

"Satu minggu saja sudah tidak dapat digunakan dan dibuang karena sudah rusak," imbuhnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved