Himapol Untan Desak Pemerintah Usut Tuntas Kasus Penembakan di Papua
masih banyaknya pelanggaran ham yang terjadi dikehidupan manusia, kita ambil saja contohnya di Indonesia.
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hari Hak Asasi Manusia (HAM) internasional, diperingati setiap tanggal 10 Desember.
Tepat pada tanggal tersebut, selalu ada peringatan sebagai upaya untuk memperjuangkan Hak-hak yang sudah seharusnya didapatkan oleh semua manusia.
Namun tidak dipungkiri, masih banyaknya pelanggaran ham yang terjadi dikehidupan manusia, kita ambil saja contohnya di Indonesia.
Baca: Seorang Wanita Tewas Digigit Ular Kobra Gegerkan Warga Kompleks Arrahmah
Beberapa waktu lalu, telah terjadi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan 20 korban, terdiri dari 1 aparat TNI dan 19 warga sipil.
Warga sipil yang menjadi korban ialah para pekerja PT. Istika Karya yang membangun jembatan di kali Yigi- kali Aruk di Kabupaten Nduka, Papua yang merupakan proyek Trans Papua.
Berbagai sumber menyebutkan, bahwa yang melakukan aksi tersebut adalah komandan sayap militer Operasi Papua Merdeka ( OPM), gerakan ini ingin memberontak dan memisahkan diri dari NKRI.
Baca: Tangan Petugas BPBD Digigit Ular Piton Sepanjang Enam Meter
Sebagai generasi muda, sekaligus warga Negara Indonesia, Kepala Bidang Pengembangan dan Peberdayaan Isu Politik (Kabid PPIP) HIMAPOL FISIP Universitas Tanjungpura (Untan), Jimmi Abraham, mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut.
"Sangat disayangkan, apalagi yang mereka habisi adalah masyarakat sipil pekerja proyek trans Papua yang tidak bersalah," katanya.
Bagi Jimmy, apaupun motif dibalik penembakan tersebut, adalah bentuk pelanggaran HAM, karena sudah menghilangkan nyawa masyarakat sipil dengan cara yang keji.
"Siapa yang memperoleh keuntungan dari tindakan ini ? Pelakunya harus ditumpaskan dan kasus ini harus diselsaikan sampai keakar-akarnya," harapnya.
Jimmy juga menghimbau agar Pemerintah serius menangani masalah ini, dimana aparat TNI- Polri harus bersikap tegas agar kejadian ini tidak terulang lagi.
"Usut dan tangkap semua pelakunya, jangan sampai ada pihak yang mencoba melindungi kelompok pemberontak yang telah mengganggu kemanan negara dengan tindakan yang keji," pungkasnya.