Banyak Penyidik KPK Diteror dan Bahkan Diculik, Novel: Ini Luar Biasa Buruk
Ada beberapa pegawai KPK yang pernah diculik, diteror, dan semuanya tidak ada yang dijelaskan, dibicarakan, apalagi diungkap
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Penyidik Senior KPK Novel Baswedan angkat bicara terkait teror yang menimpa para penyidik.
Hal itu dikemukakan Novel saat melakukan peluncuran jam hitungan penyerangan air keras terhadap dirinya.
Novel juga menyebutkan, selain dirinya banyak penyidik KPK lainnya yang mengalami aksi teror.
"Ada beberapa pegawai KPK yang pernah diculik, diteror, dan semuanya tidak ada yang dijelaskan, dibicarakan, apalagi diungkap," ungkap Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).
Baca: Dedy Setiawan Juara Sayembara Logo Hari Jadi ke-403 Kota Sanggau
Jika kejadian yang menimpa pegawai KPK itu tidak pernah terungkap, ia mengkhawatirkan para koruptor akan semakin merajalela.
Kemudian semangat para pegawai KPK dalam upaya memberantas tindakan korupsi semakin menurun.
Baca: Himapol Untan Desak Pemerintah Usut Tuntas Kasus Penembakan di Papua
"Ini suatu hal yang luar biasa buruk. Tentunya keburukan ini saya khawatir akan membuat pelaku-pelaku korupsi semakin berani dan juga semakin menurunkan semangat melawan korupsi di Indonesia," ucap Novel.
Ia pun mendesak agar Presiden Joko Widodo segera membentuk tim gabungan pencari fakta untuk dapat mengungkap kasus-kasus yang menimpa kawan seperjuangannya itu.
"Desakan dari saya termasuk wadah pegawai kepada bapak presiden agar bapak presiden mau membentuk tim gabungan pencari fakta agar langkah-langkah yang dilakukan bisa lebih optimal," harapnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Novel Baswedan Ungkap Beberapa Pegawai KPK Pernah Diculik, Hingga Kini Tidak Terungkap,